Minggu, 11 Maret 2012

KENANGAN TAK BERTEPI part 2

'KiKi' diambil dari nama lengkapku 'Rizki'. aku sempat lupa ketika SMP-karena bosan dengan panggilan KiKi-aku memperkenalkan diri dengan nama Rizki- sehingga teman-teman SMP mungkin lebih mengingatku dengan nama itu, kecuali teman-teman sepermainanku.
Jaman SD

aku sewaktu kecil sering ikut lomba. lomba baca puisi, nyanyi, qasidah, gerak jalan, sinopsis. nggak ada yang wah banget sih tapi ... aku merasa aku dulu aktif juga,..(^O^)b..

Kata Ibuku, semua yang melihatku sewaktu kecil, selalu ingin mencubitku. aku sampai berfikir "apakah dulu aku begitu menggemaskan ya?" dan sempat berfikir ingin punya anak seperti diriku, <narsis>.

Kegemaranku sewaktu SD adalah bermain lompat tali, main karet, bersandiwara dan banyak permainan seru lainnya. kalau di rumah, aku suka menghabiskan waktu di depan TV menonton cartoon Network. aku sampai heran, ketika kebosanan melanda, aku berfikir dulu sewaktu kecil, tidak ada istilah Bosan dalam kamusku. setiap waktu terisi dengan menyenangkan. Sehingga penyakit pun enggan datang padaku.

aku bersyukur lahir di waktu teknologi tidak secanggih sekarang ini. sehingga aku masih banyak menghabiskan waktu bermain di luar rumah. keringat adalah temanku sehari-hari. waktu kecil aku punya teman sepermainan, dan foto-foto bersama mereka tersimpan cantik di album fotoku yang telah layak diganti karena sudah kepenuhan,..^^

Begitu banyak memori indah yang tak habis-habisnya ingin kuceritakan. ketika mungkin teman-temanku ini sudah melupakan, aku masih sangat mengingat setiap detail permainan kami dengan jelas. sampai aku pun mengingat awal aku menyukai 'Kucing".

Hari itu, seperti biasa aku pergi bermain ke rumah sahabatku Tik sudah kusebutkan sebelumnya. waktu itu ada Ade juga di sana. Tik punya seekor kucing, entah jantan atau betina, namanya seingatku 'Belang'. Belang hanya seekor kucing kecil lucu yang sangat imut dan jinak, tapi saking jinaknya aku malah takut. hari itu ketika bermain di rumah Tik, aku berencana ingin membeli sesuatu di Lale Inu tapi karena ngikutin Tik aku suka memanggilnya Oak Inu -tempat biasa aku membeli segala macam makanan anak-anak jaman dulu, kiosnya sangat sederhana -sekarang sudah pensiun-, sedih juga nggak ada kenangan lagi (T^T). Entah kenapa Tik malah menyuruh si Belang mengejarku. aku entahlah antara takut apa tidak, tetapi ketika ada sesuatu di belakangku yang mengejarku, otomatis badan ini bergerak (baca: berlari) sambil meraung-raung... alhasil aku nggak jadi ke Lalu Inu, tapi pulang ke rumah dengan dongkol, mengingat wajah Tik dan Ade yang ketawa ampe megang perut segala.

setelah kejadian itu aku berjanji pada diriku sendiri untuk nggak takut lagi sama kucing dan sekarang aku malah jadi pecinta kucing, sayang aku tidak bisa menerapkan hal ini pada ular. aku mencoba mencari letak lucunya ular, dan semakin aku mencoba aku semakin tidak menyukainya.

Masa kecil, masa-masa dimana tidak ada kerisauan dan kebimbangan. aku tidak peduli dengan urusan orang, yang penting aku happy. PR dan belajar mungkin musuh terbesarku, apalagi aku suka di suruh belajar, dan sekarang masih begitu. Dulu semua itu terasa sulit, tapi ketika mengenal skripsi semua itu nggak ada apa-apanya.

orang akan memaklumi jika kamu salah-itu ketika kamu masih kecil- sekarang? pikir-pikir dulu, selain malu, orang akan menghujat kalau kita melakukan kesalahan walaupun itu hanya sesuatu yang sangat sepele. semakin besar, masalah semakin banyak yang datang. sebenarnya bukan masalah yang datang, tapi kita sendiri yang menjemput masalah itu. Think about it? 

Kata Ayahku, aku didoakan laki-laki sehingga tidak aneh kalau aku akhirnya tomboi. Tapi ... tomboi ku nggak kelihatan. tomboi tidak harus selalu terlihat maskulin. aku seperti laki-laki lebih dari kegemaran. dulu ... sekarang aku udah murni perempuan *loh..dulunya aku benci sesuatu yang terlalu feminim sekarang aku suka.walaupun ke-tomboi-an ku masih ada sedikit. seperti cara jalanku yang kata Kakak dan Ibuku seperti cara jalan Ayahku.

well masa SD ku tentunya penuh dengan canda tawa walaupun tidak jarang saling sebel-sebelan ama temen, saling gosip-gosip an, tapi mungkin kami yang kecil dulu tidak separah anak-anak kecil jaman sekarang. Dulu waktu aku SD jaman-jaman penyanyi cilik banyak beredar. Sebut saja yang paling tenar, trio kwek-kwek, meysi,sherina,agnes monica, cindy cenora, chikita meidy,joshua, tina toon, dan masih banyak lagi, nggak kayak sekarang anak-anak doyan nyanyi lagu orang gede, karena emang penyanyi cilik-nya sedikit serta lagunya aneh-aneh. apalagi sekarang lagi booming para boyband dan girlband karena demam Korea. Anak-anak lebih senang bersolek dan berlenggak lenggok, tarik suara sudah bukan modal utama.

sepertinya aku harus mengakhiri part 2 ini, aku merasa kalau aku tidak mengakhirinya aku akan terus menulis dan menulis.

masa-masa SD kita lewati selama 6 tahun, ada juga sih yang kurang atau lebih. intinya masa SD, masa dimana bermain lebih banyak dari belajar. karena itu kasihan sekali anak-anak yang harus les dari SD. entah kenapa hampir semua orang tua mentargetkan hal yang sama untuk anaknya 'dapat nilai bagus dan jadi juara di kelas serta sekolah' jarang ada orang tua yang membiarkan anaknya memilih apa kesukaanya. orang tua sepertinya perlu membaca cerita si Toto Chan. aku belum selesai membacanya, tapi inti dari cerita itu adalah, ketika anak diberi kebebasan melakukan apa yang dia sukai dan memilih apa yang dia sukai maka kreativitasnya akan berkembang. anak-anak yang sekolah di luar kelas lebih bagus dari anak yang sekolah di kelas. sedikit teori dan banyak aplikasi bisa membuat otak anak cepat berkembang. aku akan membahas ini nanti suatu saat. menurutku ini bahasan menarik.


Toto chan yang di keluarkan dari sekolah karena kata Gurunya sulit untuk berkonsentrasi pada saat belajar, oleh Ibunya akhirnya di sekolahkan ke sekolah yang terlihat tidak menjanjikan. sekolah yang tidak memberikan materi-materi sesuai kurikulum namun sesuai kesukaan setiap anak, tidak terjadwal. anak-anak menjadi semangat, karena tidak monoton. susah menceritakan begitu serunya kisah Toto chan yang membuatku ingin membangun suatu sekolah seperti sekolah Toto chan. SD adalah waktu dimana anak kecil harus benar-benar di arahkan. jangan sampai otak mereka terhenti perkembangannya karena sistem pembelajaran yang nggak bagus. Toto chan akhirnya menjadi seorang menteri, tidak heran mendengarnya.

inilah part 2, ..dan ini bukan akhir cerita..^^
terima kasih sudah membaca sampai di sini...

Kenangan tak bertepi ... to be continued...






6 komentar:

  1. Sama.. Bapak jg ngarep sy cowok...tp mainan sy ya mainan cewek,ya mainan cowok,buku,tanah,pohon,lapangan,got(airnya g item) n mainan sy yg elektronik itu video game n gamebot (eh,bener g sih gamebot) hahahaha

    BalasHapus
  2. hahaha iya ya, yang bener tu apa yah, gamebot atau gameboat ahh,..entahlah,... tapi adik Yuri tu tomboi yah,..hehe

    BalasHapus
  3. Aku sukaaaa totto chan...!!! aku suka cerita masa keciiiiill...!!! \^^/
    kalo inget2 masa muda dulu, langsung galau... perbedaannya hampirrr 180 derajat... :(
    btw yg bener tuu gamewatch... tapi qt nyebutnya gimbot... iya bukan...??

    BalasHapus
  4. oh iya kah? kok bisa qt nyebutnya gamebot yah?

    eh sy salah tulis to yg bener totto chan yah?

    maklum belum kelar bacanya hahahaha
    bner2,.. dulu sy rasanya keren bgt, g kayak skrg,...

    BalasHapus
  5. Yuri gak tomboi...mdh2n gak.awalnya ngiraian bakal tomboi karena drmh temennya cowok semua sih.

    BalasHapus
  6. g ya, habisnya rany ceritanya t yuri keren bgt, haha

    BalasHapus

LeeAne butuh saran dan komentarnya...
Berkomentarlah dengan bahasa baik And no SARA yah guys :)