Tampilkan postingan dengan label cerita lawas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita lawas. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Mei 2014

Kenangan Tak Bertepi Part 4 - Edisi Payitang

Kenangan Tak Bertepi? postingan dua tahun lalu ini akhirnya dilanjutkan lagi, yaaah... karena memang saat ini aku sedang terserang ingatan sewaktu kecil, beberapa hari terakhir semua masa-masa kecilku seperti terbayang kembali. Tepat saat ini, saat aku menuliskan postingan ini, Manis alias Mei-Mei kucing gendutku sedang berbaring di sampingkan dengan gaya "super kiyuut-nya" setelah tadi dengan sok manja-nya menghampiriku dan menggesek-gesekkan badannya sejenak di kakiku.

yah... Manis... kucing betina aneh yang tidak beranak. Dulunya, dia akan berlari kalau aku bersiap mengelusnya menggunakan tangan, dan akan sangat senang saat yang aku gunakan untuk mengelusnya adalah kaki. Pertama kali melihat kucing ini, aku seperti ..."Uuuuh... ni kucing mau tak remes aja!!" tapi... sepertinya keinginan terpendamku ini harus aku tahan, karena kucing ini jenis kucing berat yang nggak doyan digendong, nyebelin? sangat. Sekarang coba aja bayangkan, seringkali rasa gemas itu dapat ditumpahkan dengan sentuhan fisik, tapi... terkadang mengelus saja nggak cukup buat menyalurkan rasa sayang, sekali dua ingin banget rasanya aku peluk ni kucing trus aku cium-cium seperti apa yang aku lakukan belasan tahun silam ke Payitang, kucing kesayanganku yang kenangan akan dia tak akan pernah bertepi...

Payitang... kucing lokal dengan bulu yang dominan hitam plus sedikit garis-garis kuning di beberapa bagian tubuhnya, (sayang, aku nggak punya foto-nya). Payitang, menurutku adalah kucing yang super duper cakep, hahaha.... mungkin bagi kalian yang bukan pengamat kucing bakalan bilang, cakep? tau dari mana? bukannya kucing rupanya sama aja? 
Hahaha... percaya tidak percaya, aku sewaktu kecil selalu menganggap Payitang itu jelmaan Pangeran yang kalau dikecup akan berubah jadi Pangeran tampan nan gagah- seperti Pangeran Kodok (aseek!!), maklum kebanyakan nonton dan baca cerita dongeng. Tapi... entahlah, ni kucing asli cakep banget, dan yang paling penting jinak banget. Tak jarang dia melingkarkan badannya di kakiku setiap kali aku menonton dengan posisi bersila. Aku seringkali menonton dengan posisi ini, dan Payitang tanpa basa-basi datang dan dengan entengnya memasukkan kakinya satu demi satu ke celah kakiku, dan merebahkan badannya dengan posisi tidur melingkar. Dan.... seperti yang kalian ketahui sendiri, kucing tidak pernah tidur sebentar... jadi bisa dibayangkan bagaimana kakiku berasa mati rasa, kesemutan? tentu saja. Lucunya, aku menikmati setiap kali Payitang melakukan rutinitas ini, walaupun kesemutan, tapi aku sama sekali tidak ingin membangunkan kucing ini barang sedetikpun, kakiku yang terasa hangat karena suhu tubuh Payitang sampai saat ini masih kurindukan.

Payitang pun seringkali menemaniku tidur. Tak jarang aku mendapatkan dia sudah melingkar saja di sampingku sewaktu aku tidur, parahnya dengan posisi membelakangiku dan tidur tepat di depan mukaku, hehe... dasar kucing tengil. Sewaktu kecil aku pernah membawa Payitang ke rumah sahabatku Tik, yang jarak rumahnya dari rumahku mungkin sekitar hmm... kurang lebih 5 rumah. Aku membawanya layaknya membawa adek bayi, aku melilitkan kain panjang di badanku dan juga melilitkan kain tersebut ke badan Payitang kecil yang kalem saja kuperlakukan sesuka hatiku. Terkadang dia menggeliat yang berarti dia nggak mau atau bosan, tapi... selebihnya dia menikmati gendonganku, hehe.

Tapi... aku mungkin termasuk penyayang kucing yang sadis. Dulu, setiap kucing yang mencakarku, pasti ku balas dengan menyundul-nyundul kepalanya sambil bilang," Oh gitu...berani kamu yah...!! huh!! huh!!" padahal tu kucing mencakarku mungkin untuk perlindungan diri karena takut liat mukaku yang terlalu dekat dengan mereka, yang anggap saja begitu.

Terinspirasi dari Tipi, aku juga membuatkan Payitang baju dan kalung, tapi.... karena nggak punya modal, aku cuma bisa buatkan dari.... kertas, yah kertas, yang mana setelah kupasangkan ke Payitang di pagi hari, sorenya sudah hilang, dan sekali lagi aku pasti ngomel-ngomel dan marahin Payitang layaknya Ibu yang marahin anaknya yang nakal. Reaksi Payitang?? Jilat-jilat badan dan kaki...

Payitang berumur kurang lebih 9 tahun, sayang aku nggak nemuin dia mati. Tapi... aku masih ingat Payitang tua yang lebih banyak bersantai-santai, nggak seperti sewaktu dia muda, dia seringkali membawa betina ke rumah dan memberikan tontonan lucu... aku juga seringkali memperhatikan dia membuang kotoran, saat terlucu adalah saat kucing mengubur kotorannya, dengan sekali dua mereka mencium-cium gundukan yang mereka buat apakah sudah cukup tebal untuk menghalau keluarnya bau dari kotoran mereka.

Kucing adalah makhluk yang bersih? tentu saja, kuman di badan kucing hampir tidak terdeteksi, itu berkat liurnya yang bersifat pembersih. Jadi tak heran, waktu Ummul mukminin Aisyah r.a tidak segan-segan memakan bubur yang sudah dijilati kucing, karena kucing itu tidak nakjis, begitu pula Rasulallah SAW yang tetap memakai air jilatan kucing untuk berwudhu. Rasulallah SAW sendiri adalah penyuka kucing dan beliau memiliki kucing yang bernama Mueeza... :).... 

Memang...kucing adalah peliharan yang paling pas, karena memang hidup kucing itu yah... di rumah. Beberapa hari yang lalu, aku menonton sebuah acara di TiPi yang membahas tentang peran kucing yang telah menyelamatkan majikannya, dari kebakaran, struk, dan masih banyak lagi aku lupa, si kucing malah dikatakan telah menyelamatkan majikannya lebih dari puluhan kali, dan kucing-kucing ini bertingkah menakjubkan tidak hanya karena dipelihara sedari kecil bahkan saat dimana kucing itu baru saja diadopsi, dia bisa dengan sigap menyelamatkan majikan barunya.

Wah... adzan udah berkumandang nih... saatnya postingan ini dilanjutkan lain waktu...

Au revoir amis.. :)









Kamis, 15 Maret 2012

KENANGAN TAK BERTEPI part 3

Setelah diselingi beberapa post serta satu cerpen saatnya lanjutan untuk cerita Kenangan Tak Bertepi


Jaman SMP

Berbeda dengan jaman SD yang penuh dengan suka cita, aktif, ceria dan tentunya lebih banyak kebahagiaan daripada masalah. Jaman SMP? aku bertemu teman baru, yang tentunya berbeda 180 derajat dengan teman-temanku terdahulu, di tambah dengan suasana tempat tinggal yang baru, kehidupanku yang jauh dari orang tua mengubah hidupku menjadi bertolak belakang dengan kehidupan semasaku SD.

Aku sekolah di sekolah yang termasuk favorit didaerahku. Di sana aku bertemu berbagai macam karakter yang dulu tak kupahami. Aku bahkan baru menyadari kalau teman-teman cowok di kelasku terkenal sebagai cowok-cowok tampan di sekolah --hal itu baru kuketahui sewaktu SMA, karena teman satu SMPku yang berbeda kelas dulunya berkata,"Oh!! kelasmu tu kelas cowok-cowok cakep itu." -- yah begitulah, aku bersyukur karena dengan aku berada di kelas "cowok-cowok cakep" <menurut temanku> paling tidak untukku mereka biasa saja, ^^d,..<karena sering berinteraksi>

Begitulah masa-masa SMP yang sedikit lebih menyakitkan dalam hal pelajaran, terasa sedikit kurang ceria karena aku sudah jarang bermain di halaman sekolah. waktu lebih banyak di habiskan di kelas atau kantin. hanya saja, jaman SMP penuh kenangan yang sangat menyenangkan yang pastinya tak akan pernah ku lupakan.

Jujur saja, alasan pertamaku membuat FB adalah supaya aku bisa berhubungan lagi dengan teman-teman SMPku yang lost contact setelah lulus SMP, karena kebanyakan teman kelasku sekolah di SMA yang berbeda denganku, serta ada pula yang pindah ke luar daerah. walaupun sekarang baru kusadari hanya aku saja yang lost contact  dengan mereka.

what i Miss so much are my bestfriends <paling tidak menurutku begitu>... kami dulunya punya Geng-geng an yang dengan polosnya dinamakan Geng BIRI_BIRI,.. aku sendiri tidak tahu makna dari nama ini, ini yang dinamakan "terjadi maka terjadilah"...aku benar-benar rindu masa-masa bersama mereka, teman-teman kelasku yang lain juga, aku menyesal tidak mengenal mereka dengan baik dulunya, aku merasa seperti telah melewatkan banyak hal, kalau ada mesin waktu, i wanna go to that time, i wanna make some more memories with them, memories that will make me never miss it again. 

Masa-masa SMP, masa-masa Puber, and begitulah, sebagai gadis yang sehat, aku menyukai beberapa Kakak kelasku <sebenarnya cuma 2>, :P... jangan bertanya bagaimana mereka, aku sama sekali tidak tahu, namanya anak SMP, aku tidak memperdulikan hal lain selain, yah aku tertarik padanya, karena menurutku dia menarik.

 Tidak ada ciri-ciri yang khusus, Kakak yang satunya jago basket, tinggi, dan sipit, cakep? aku bahkan sudah tidak ingat bagaimana rupanya, hanya saja jika aku bertemu dengannya aku akan langsung mengenalinya. Why i like him? tidak ada alasan khusus, kakak itu hanya iseng ngajarin basket, dan karena teman-teman yang lain ogah buat diajarin hanya aku yang aktif, alhasil hanya aku yang dilatihnya, eh... temen-temen malah buat gosip tidak jelas. aku yang polos hanya bisa cengengesan.

Kakak yang kedua kusukai sama sekali tanpa alasan. Cakep? sekali lagi aku jawab, entahlah, paling tidak waktu aku SMP aku berfikir begitu, sayang dia hanya tertarik sama cewek cantik (cowok normal)... orangnya tidak seramah Kakak sipit. Terus terang aku tidak tahu dan tidak pernah mencari tahu nama Kakak yang jago basket itu, kalau Kakak yang tanpa alasan itu aku masih ingat namanya, hanya saja tentunya tidak akan aku sebutkan namanya.

banyak cerita lucu, yang mungkin tak lucu jika kusampaikan di sini. hanya saja aku merasa sangat senang ketika aku menulis ini, karena aku terbawa ke suasana SMPku dulu. aku terbayang kembali muka-muka teman-teman SMPku, masa-masa SMPku, terlihat sangat jelas dan nyata.

akhirnya alasanku membuat FB tersampaikan, aku menemukan hampir setengah dari teman kelasku, tentu saja, mereka telah berubah... aku tidak berani sok kenal, karena aku takut mereka tidak mengenaliku. aku sempat syok ketika aku mencoba komen di salah satu foto yang di upload oleh salah satu temanku. aku mencoba menyapa mereka dengan ceria, tapi ... bagaikan bayangan di keramaian, tidak ada satu komen pun yang menyambut komenku. hati ini rasanya seperti tersayat,.. seperti lagunya Olga hancur hancur hancur hatiku, hancur hancur hancur hatiku...
alhasil, aku mencoba untuk tidak terlalu memikirkannya, karena aku sempat terserang galau akut saat itu...

mengingat masa-masa SMP begitu menyenangkan, banyak momen-momen dan memori yang sangat ingin kuulangi dan ku tambah,...

aku tidak akan bercerita banyak, satu hal yang paling ku ingat, masa SMP masa pertama kali aku mengenal dunia luar yang tidak semanis yang kuketahui semasa SD, masa SMP masa otakku berkembang dengan pesat, aku menyukai banyak hal dan menggemari banyak hal. hobi menulisku banyak terasah waktu SMP karena aku bergaul dengan anak-anak kreatif yang memiliki hobi yang sama denganku. Masa SMP masa aku mengenal Aaron Carter dan Billy Gilman mantan penyanyi cilik yang masih kusukai. masa dimana aku rela menghabiskan uang jajanku untuk membeli kaset Aaron maupun Billy. Terlalu banyak... suka duka, canda tawa, aku hanya menyesal tidak ada memori fisik yang tersimpan. Masa itu, masa dimana kita tidak bisa mengambil foto semau kita, karena tidak mungkin kita membawa kamera kemana-mana. aku menyesal aku tidak memiliki foto bersama Geng BIRI -BIRI dan teman-teman yang lainnya. Aku berharap kami masih berjodoh, dan bisa mengukir kenangan yang lebih indah, Amiiiiiin...

Teman-temanku sudah banyak yang menikah, Barakallah :)....

Kenangan Tak Bertepi part 3 berakhir,

terimakasih bagi  yang sudah meluangkan waktunya membaca tulisan ini sampai di bagian akhir...

Kenangan Tak bertep to be continued



Minggu, 11 Maret 2012

KENANGAN TAK BERTEPI part 2

'KiKi' diambil dari nama lengkapku 'Rizki'. aku sempat lupa ketika SMP-karena bosan dengan panggilan KiKi-aku memperkenalkan diri dengan nama Rizki- sehingga teman-teman SMP mungkin lebih mengingatku dengan nama itu, kecuali teman-teman sepermainanku.
Jaman SD

aku sewaktu kecil sering ikut lomba. lomba baca puisi, nyanyi, qasidah, gerak jalan, sinopsis. nggak ada yang wah banget sih tapi ... aku merasa aku dulu aktif juga,..(^O^)b..

Kata Ibuku, semua yang melihatku sewaktu kecil, selalu ingin mencubitku. aku sampai berfikir "apakah dulu aku begitu menggemaskan ya?" dan sempat berfikir ingin punya anak seperti diriku, <narsis>.

Kegemaranku sewaktu SD adalah bermain lompat tali, main karet, bersandiwara dan banyak permainan seru lainnya. kalau di rumah, aku suka menghabiskan waktu di depan TV menonton cartoon Network. aku sampai heran, ketika kebosanan melanda, aku berfikir dulu sewaktu kecil, tidak ada istilah Bosan dalam kamusku. setiap waktu terisi dengan menyenangkan. Sehingga penyakit pun enggan datang padaku.

aku bersyukur lahir di waktu teknologi tidak secanggih sekarang ini. sehingga aku masih banyak menghabiskan waktu bermain di luar rumah. keringat adalah temanku sehari-hari. waktu kecil aku punya teman sepermainan, dan foto-foto bersama mereka tersimpan cantik di album fotoku yang telah layak diganti karena sudah kepenuhan,..^^

Begitu banyak memori indah yang tak habis-habisnya ingin kuceritakan. ketika mungkin teman-temanku ini sudah melupakan, aku masih sangat mengingat setiap detail permainan kami dengan jelas. sampai aku pun mengingat awal aku menyukai 'Kucing".

Hari itu, seperti biasa aku pergi bermain ke rumah sahabatku Tik sudah kusebutkan sebelumnya. waktu itu ada Ade juga di sana. Tik punya seekor kucing, entah jantan atau betina, namanya seingatku 'Belang'. Belang hanya seekor kucing kecil lucu yang sangat imut dan jinak, tapi saking jinaknya aku malah takut. hari itu ketika bermain di rumah Tik, aku berencana ingin membeli sesuatu di Lale Inu tapi karena ngikutin Tik aku suka memanggilnya Oak Inu -tempat biasa aku membeli segala macam makanan anak-anak jaman dulu, kiosnya sangat sederhana -sekarang sudah pensiun-, sedih juga nggak ada kenangan lagi (T^T). Entah kenapa Tik malah menyuruh si Belang mengejarku. aku entahlah antara takut apa tidak, tetapi ketika ada sesuatu di belakangku yang mengejarku, otomatis badan ini bergerak (baca: berlari) sambil meraung-raung... alhasil aku nggak jadi ke Lalu Inu, tapi pulang ke rumah dengan dongkol, mengingat wajah Tik dan Ade yang ketawa ampe megang perut segala.

setelah kejadian itu aku berjanji pada diriku sendiri untuk nggak takut lagi sama kucing dan sekarang aku malah jadi pecinta kucing, sayang aku tidak bisa menerapkan hal ini pada ular. aku mencoba mencari letak lucunya ular, dan semakin aku mencoba aku semakin tidak menyukainya.

Masa kecil, masa-masa dimana tidak ada kerisauan dan kebimbangan. aku tidak peduli dengan urusan orang, yang penting aku happy. PR dan belajar mungkin musuh terbesarku, apalagi aku suka di suruh belajar, dan sekarang masih begitu. Dulu semua itu terasa sulit, tapi ketika mengenal skripsi semua itu nggak ada apa-apanya.

orang akan memaklumi jika kamu salah-itu ketika kamu masih kecil- sekarang? pikir-pikir dulu, selain malu, orang akan menghujat kalau kita melakukan kesalahan walaupun itu hanya sesuatu yang sangat sepele. semakin besar, masalah semakin banyak yang datang. sebenarnya bukan masalah yang datang, tapi kita sendiri yang menjemput masalah itu. Think about it? 

Kata Ayahku, aku didoakan laki-laki sehingga tidak aneh kalau aku akhirnya tomboi. Tapi ... tomboi ku nggak kelihatan. tomboi tidak harus selalu terlihat maskulin. aku seperti laki-laki lebih dari kegemaran. dulu ... sekarang aku udah murni perempuan *loh..dulunya aku benci sesuatu yang terlalu feminim sekarang aku suka.walaupun ke-tomboi-an ku masih ada sedikit. seperti cara jalanku yang kata Kakak dan Ibuku seperti cara jalan Ayahku.

well masa SD ku tentunya penuh dengan canda tawa walaupun tidak jarang saling sebel-sebelan ama temen, saling gosip-gosip an, tapi mungkin kami yang kecil dulu tidak separah anak-anak kecil jaman sekarang. Dulu waktu aku SD jaman-jaman penyanyi cilik banyak beredar. Sebut saja yang paling tenar, trio kwek-kwek, meysi,sherina,agnes monica, cindy cenora, chikita meidy,joshua, tina toon, dan masih banyak lagi, nggak kayak sekarang anak-anak doyan nyanyi lagu orang gede, karena emang penyanyi cilik-nya sedikit serta lagunya aneh-aneh. apalagi sekarang lagi booming para boyband dan girlband karena demam Korea. Anak-anak lebih senang bersolek dan berlenggak lenggok, tarik suara sudah bukan modal utama.

sepertinya aku harus mengakhiri part 2 ini, aku merasa kalau aku tidak mengakhirinya aku akan terus menulis dan menulis.

masa-masa SD kita lewati selama 6 tahun, ada juga sih yang kurang atau lebih. intinya masa SD, masa dimana bermain lebih banyak dari belajar. karena itu kasihan sekali anak-anak yang harus les dari SD. entah kenapa hampir semua orang tua mentargetkan hal yang sama untuk anaknya 'dapat nilai bagus dan jadi juara di kelas serta sekolah' jarang ada orang tua yang membiarkan anaknya memilih apa kesukaanya. orang tua sepertinya perlu membaca cerita si Toto Chan. aku belum selesai membacanya, tapi inti dari cerita itu adalah, ketika anak diberi kebebasan melakukan apa yang dia sukai dan memilih apa yang dia sukai maka kreativitasnya akan berkembang. anak-anak yang sekolah di luar kelas lebih bagus dari anak yang sekolah di kelas. sedikit teori dan banyak aplikasi bisa membuat otak anak cepat berkembang. aku akan membahas ini nanti suatu saat. menurutku ini bahasan menarik.


Toto chan yang di keluarkan dari sekolah karena kata Gurunya sulit untuk berkonsentrasi pada saat belajar, oleh Ibunya akhirnya di sekolahkan ke sekolah yang terlihat tidak menjanjikan. sekolah yang tidak memberikan materi-materi sesuai kurikulum namun sesuai kesukaan setiap anak, tidak terjadwal. anak-anak menjadi semangat, karena tidak monoton. susah menceritakan begitu serunya kisah Toto chan yang membuatku ingin membangun suatu sekolah seperti sekolah Toto chan. SD adalah waktu dimana anak kecil harus benar-benar di arahkan. jangan sampai otak mereka terhenti perkembangannya karena sistem pembelajaran yang nggak bagus. Toto chan akhirnya menjadi seorang menteri, tidak heran mendengarnya.

inilah part 2, ..dan ini bukan akhir cerita..^^
terima kasih sudah membaca sampai di sini...

Kenangan tak bertepi ... to be continued...






KENANGAN TAK BERTEPI part 1

Namaku KiKi, aku 'dulunya' (sekarang nggak) adalah anak yang gemuk, sehat dan sangat ceria. Aku lahir dari keluarga sederhana yang selalu merasa berkecukupan. Banyak hal yang terjadi di keluargaku, tentunya tak kan ku ceritakan (^∇^)、。

Aku merasa sangat beruntung karena memiliki dua orang tua, serta dua tempat tinggal pastinya. Kakak Ibuku beserta suaminya merupakan orang tuaku yang lain, kupanggil mereka 'Inaq' dan 'Mamiq'. Mereka merupakan dua sosok yang sangat menyayangiku, memperhatikanku dan selalu mengabulkan apa pun yang aku minta. Syukurlah walaupun akhirnya aku jadi manja, paling tidak nggak menjadi anak yang meminta semaunya.

Aku banyak menghabiskan waktuku seharian di rumah Ayah dan Mama' (orang tua kandungku) dan kembali ke rumah inaq dan mamiq hanya jika petang menjelang. :P

Tidak ada masalah buat mereka, karena keceriaanku lah yang terpenting. Di keluargaku aku punya beberapa panggilan dari Bolet ( karena aku gemuk dan kecil hampir kayak bola), Kikok ( mungkin ini plesetan namaku => KiKi), paling tidak kedua panggilan ini yang masih bertahan sampai sekarang.

Aku merupakan anak bungsu dari 3 bersaudara. Kata Ibuku, sejak aku berusia 2 tahun aku sudah tinggal dengan Inaq dan Mamiq, bahkan waktu kecil aku lebih dekat dengan mereka, karena aku jarang berinteraksi dengan Ayah beserta Mama' yang tiap harinya pergi ngajar dan pulangnya jaga kios.

Aku mulai sendiri dan benar-benar nggak punya teman main, ketika aku kelas 4 SD. Teman dekatku kala itu 'Tik' (sekarang jarang kontak lagi) pindah rumah, Kakak pertamaku sejak aku kecil sudah sekolah ke kota, dan Kakak ku yang lainnya menuntut ilmu di pesantren. Alhasil aku menikmati kesendirianku, imajinasiku terus berkembang, aku pun jadi gadis kecil pengkhayal, sayang masih belum bisa menelurkan karya yang bagus.

Tetapi satu hal yang kuyakini, aku memiliki bakat dalam menceritakan kembali suatu cerita. Waktu SD aku sudah beberapa kali juara sinopsis dan menceritakan kembali majalah 'Asyik', aku pun sampai dapat beasiswa yang kala itu hanya Rp. 100.000,- saja dari Pak Gubernur saat itu -sayang Gubernurnya ganti Beasiswa juga berhenti-. Kata teman-temanku mereka menyukai caraku bercerita,"menarik" mendengar hal itu senyum sumringah menyambut mereka (^O^)、。

Kalau setiap orang punya masa keemasan, aku rasa saat itulah masa keemasanku sejauh ini. Namaku sempat terpampang di majalah Asyik, sayang aku tidak menyimpan edisi itu. Memang ketika aku SMA aku sempat punya prestasiyang lain yaitu debat kusir bahasa inggris. i'm not a native speaker, walaupun dua kali menang lomba debat baik itu di sekolah maupun antar sekolah. Sampai saat ini aku cuma bisa bahasa inggris for conversation. Belum lancar bahasa Inggris aku pun sekarang sambil jalan juga belajar, bahasa Jepang, korea, Prancis, terkadang Spanyol membiasakan diri dengan bahasa Arab, entah kapan aku bisa menguasai semuanya (´・_・`)、。

Kenangan masa kecil emang tak ada habisnya apalagi kalau kita mengukir banyak kenangan yang tak ingin kita lupakan. Di balik semua itu ada susah dan sedih, ada bahagia dan keceriaan. Aku ingin mengangkat cerita-cerita lucu yang mungkin tidak lucu jika hanya diungkapkan lewat tulisan, tapi aku akan berusaha o(^▽^)o、。

sampai di sini dulu part 1, part yang lainnya akan segera menyusul,.. ;)
Makasih bagi yang Udah menyimak ampe di sini :D...

Kenangan tak bertepi 'to be continued'