Tampilkan postingan dengan label Bahas buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahas buku. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 September 2015

Triangle Romance a.k.a Maru Sankaku Shikaku [Shinsoban]

Arrrgggghhh!!!!
yah... hari ini adalah hari dimana aku menghabiskan banyak sekali kuota internetku hanya untuk browsing!! just browsing!! menyebalkan! yang lebih parah lagi... aku harus mendownload ulang movie yang baru aja aku download kemaren, kemaren! just karena aku salah waktu menggabungkan file per-part movie-nya. Baka da yo! aku menggabungkan part2 movie yang aku download dan aku nggak mengecek-nya ulang, malah aku langsung aja menghapus part-part yang telah aku gabung... so..yeah... well done!! alhasil ujung-ujungnya aku harus download ulang... dan yang paling menyakitkan... review movie ini tidak se"menarik" yang kuduga... Ok.. Ku akui aku mendownload dan menonton movie ini berawal dari melihat siapa aktornya, tapi... yeah... tentu saja pemain tidak akan dapat mengalahkan cerita... kecewa? tentu saja, aku bahkan tak kan segan menghapus movie ini... aiiish!!


Siapa sih pemainnya??


https://p.gr-assets.com/540x540/fit/hostedimages/1379786925/Beberapa hari ini aku benar-benar dipenuhi oleh "Kanata Hongo"

... setelah haus akan aktingya, aku akhirnya menemukan drama terbarunya, "AKAGI" yang sesuai dengan genre kesukaanku "psikologi?" itu genre g ya? keberhasilan drama ini memikatku, membuatku mencari-cari lagi drama atau movie anak ini, sampai akhirnya aku menemukan movie yang buat aku bad mood "GOTH" ... ok.. salahku yang tetap aja menonton movie ini tanpa memperdulikan saran si pemberi review untuk sebaiknya membaca novelnya dulu, karena yah... benar sekali... "cerita" yang mungkin "seru" terasa "???" bukan karena nggak paham... tapi... lebih  ke... "Eiiih??" padahal aku berharap movie ini dapat menghilangkan rasa kecewaku setelah menonton K-movie Han Gong Ju yang Rrr... huff...


Ok... Ok... take a breath... take a breath... ternyata... setelah bad mood gara-gara movie tadi dan kuota yang habis karena browsing tanpa hasil, akhirnya aku menemukan bacaan seru... sebuah manga...genre romantis... tapi.. tapi... nggak tahu kenapa ceritanya so swiiiiiiitttt... and i love it sooooo much!! zen zen wakaranai... demo... daisuki...honto ni daisuki!!

https://s-media-cache-ak0.pinimg.com/736x/49/2d/af/

Judul Asli : Maru Sankaku Shikaku [Shinsoban] vol 1-2
Cetakan pertama : 2009
Mangaka : Yuuki Obata
Penerbit : PT Gramedia
Alih bahasa : vol 1 (Christina Hiumanbrata)
               vol 2 (Dian Indrinuswari)
ISBN : vol 1 (9786022661054)
            vol 2 (9786022661658)


Ini bukanlah manga baru... yeah aku emang nggak update.. Manga ini bercerita tentang seorang anak ceria yang semangat bernama Ishihara Chitose yang semenjak SMP memendam perasaan suka kepada teman sekelasnya Matsuura... eih.. baru sadar aku nggak tahu nama lengkapnya Matsuura... (apa nama lengkapnya pernah disebut ya?? hmmm).. so... yah bisa dibilang hubungan mereka cukup dekat, dan mereka sama-sama menikmati kedekatan mereka. Hanya saja... di musim semi saat Chitose baru saja berbahagia karena akhirnya dua hari ini dapat duduk bersebelahan dengan Matsuura, seorang gadis cantik yang kebetulan memiliki nama belakang mirip dengan Chitose, Ishihara Mika pindah ke sekolah mereka, dan ... si anak baru ini dalam waktu sekejap menduduki kursi panas Chitose dan voila... dialah yang duduk di sebelah Matsuura, sedangkan Chitose sebagai ketua kelas harus rela tersingkir ke bangku kosong tepat di belakang Matsuura. Jujur aku merasa ini bagian yang sangat menyakitkan... huhuhu. 


Mika yang pendiam dan seringkali tidak menggubris ajakan teman sekelasnya termasuk Chitose, membuatnya tidak disukai terutama oleh teman sekelas perempuannya, apalagi dengan sangat jelasnya dia terus berada di dekat Matsuura. Mau tidak mau, Chitose akhirnya lama kelamaan merasa tidak suka, walaupun... dia tidak bisa membenci Mika... lebih tepatnya tak ada alasan untuknya membenci Mika. Suatu hal tak terduga terjadi saat Matsuura meminta tolong ke Chitose untuk mengisi sebuah angket. Mika menawarkan diri untuk membantu, ternyata... inilah awal ketertarikan Matsuura kepada Mika. Sayangnya, tak lama setelahnya... Chitose harus pindah sekolah tepatnya setelah festival Musim Panas, di festival inilah tak sengaja matanya melihat tangan Mika dan Matsuura berpegangan... maka... saat itu juga Chitose patah hati.


Rasa suka Chitose ternyata tidaklah semudah itu terhapus, selama 2 tahun terakhir di sekolah barunya, dia tetap tidak dapat melupakan Matsuura, bahkan dia sangat merindukannya. Siapa yang menyangka... mereka dipertemukan kembali... di SMA yang sama... namun... tidak hanya dengan Matsuura... tapi... juga... dengan... Maki...


Mengetahui kalau Matsuura masih mengingatnya membuat benih-benih suka di hatinya kembali menjamur, Chitose pun bertekad untuk kembali mencoba... yah mencoba untuk menyukai Matsuura... bolehkah? bolehkah? dia menyukainya? Matsuura yang sekarang sudah tambah dewasa...Matsuura yang sekarang sudah tambah tinggi... Matsuura yang sekarang sudah tambah... Kereen....


Hanya saja... hati Chitose berkali-kali goyah... apalagi dengan beredarnya gosip kedekatan Matsuura dan Mika dulu sewaktu SMP. Ditambah lagi dengan sikap Matsuura yang seakan-akan masih belum bisa melupakan Mika walaupun gosipnya mereka telah putus. Perhatian Matsuura kepadanya menjadi terasa seakan-akan hanya sebatas perhatian seorang teman yang berhati baik... tak lebih.... Sehingga... tak heran jika hubungan mereka tidak mengalami peningkatan sedikit pun... yah... tak ada... tapi benarkah seperti itu???

Aku  berkali-kali membolak-balik setiap lembar melihat setiap ekspresi, reaksi, serta kata-kata yang ditunjukkan oleh Matsuura untuk aku benar-benar memastikan perasaannya... dan yeah.. aku bisa menyimpulkan... bagaimana perasaanya yang sebenarnya... ada 3 bagian yang aku sangat suka... bagian yang menunjukkan bagaimana perasaan Matsuura yang sesungguhnya... yang mana saja bagian itu?? kalian temukan saja sendiri... :) bagian-bagian yang menunjukkan bagaimana Matsuura juga memendam perasaan suka... yang mungkin tak disadarinya...

Endingnya?? endingnya... manis sekali... tapi... aku tidak suka, karena ceritanya harus berakhir... aku sudah terlanjur menyukai karakter Chitose yang mungkin tak jauh berbeda denganku... dan aku menyukai kedekatan Chitose dan Mitsuuru... lucunya... aku nggak sadar dengan waktu... tiba-tiba aja udah gelap... ahahaha... yah aku bacanya diulang-ulang terus sih... jadinya nggak kelar-kelar, hehehe... makanya sekarang ini aku langsung komat-kamit sekalian update blog.... 

yah bagi penyuka genre romantis yang ringan tapi berisi... this is it... sangat aku rekomendasiin deh... hihihihi...





Minggu, 27 Januari 2013

Hidup adalah Perjuangan

Setelah sekian lama nggak post lagi mengenai sebuah novel, aku akhirnya menyelesaikan membaca sebuah novel, tepat sehari yang lalu. Hanya saja novel yang kubaca itu lagi-lagi karangan Mas/Om/Pak apalah... karangan Tere-liye lagi...denger-denger tere-liye itu berasal dari bahasa India yang artinya untuk-mu. Jadi sempat geli aja denger temen yang bilang "itu si tere liye penggemar India ya?"...

Kembali lagi ke pokok bahasan. Aku sekali lagi akan menegaskan kalau aku itu nggak doyan baca, jadi menghabiskan membaca sebuah novel dalam sehari merupakan record mencengangkan untukku. Entahlah, aku begitu bersemangat membaca buku ini... kenapa? tentu saja karena buku ini menarik. Jadi bagi yang belum baca (siapa tahu masih ada yang belum sempat baca), kudu coba deh baca nih buku. Banyak pelajaran yang dapat dipetik dari buku ini. Ciyuuus? Enelan... :P
Ok aku bahas dikit dah mengenai buku ini, bener-bener dikit... 
 






     
Judul Buku           : Moga Bunda Disayang Allah
Penulis                 : Tere Liye
Penerbit               : Republika
Cetakan Pertama : Juni 2006
Tebal                   : 306 halaman, paperback
ISBN                  : 978-979-3210-79-7



Jadi, buku yang ceritanya terinspirasi dari kisah nyata ini mengangkat cerita mengenai seorang anak yang cacat. Dia bisu dan tuli sehingga mau nggak mau dia juga menjadi gagu. Cerita ini mengandung banyak sekali pelajaran yang hendaknya membuat kita merenung sejenak. Kita sering mengeluh saat keinginan kita tak terpenuhi, saat doa yang kita panjatkan terasa belum terkabul, saat masalah terasa begitu menyesakkan, saat mulut kita lebih banyak mengeluarkan keluhan dari pada kata syukur, kita sering lupa tentang orang-orang di sekitar kita. Kita sering lupa bagaimana Allah telah begitu adil dalam menetapkan sesuatu, tapi kita bahkan tidak mengetahui dimana letak keadilan itu, karena kita mengukur keadilan itu hanya dari kacamata kita saja. Lihatlah Melati (tokoh gadis kecil di cerita ini), yang begitu frustasi dengan keterbatasan yang dia miliki. Keinginannya mengenali dunia tidak didukung oleh panca inderanya yang seharusnya berfungsi, tiba-tiba saja menjadi tak berfungsi saat dia menginjak usia 19 bulan. Berat baginya, dan tak kalah berat pula bagi orang-orang yang menyayanginya. Butuh kesabaran ekstra untuk merawat anak seperti Melati. Bukan karena dia nakal? bukan karena dia bodoh? bebal? tapi... karena rasa ingin tahu Melati yang tak bisa Ia lampiaskan sebagaimana anak-anak normal lainnya. Dibalik keterbatasan yang dimilikinya, Melati dikelilingi oleh orang-orang yang sangat menyayanginya, sangat peduli padanya, orang-orang yang selalu menjaganya, memberikan dia perhatian penuh 24 jam. Memang susah mencari letak keadilan Allah, saat kita sendiri larut dengan prasangka-prasangka buruk tentang kehidupan yang kita jalani/hadapi.

Berbicara tentang cerita ini...cerita yang diangkat dari kisah nyata seorang perempuan bernama Helen Keller yang lahir sekitar 133 tahun yang lalu yaitu 27 Juni 1880, telah menarik perhatian banyak kalangan. Bagaimana tidak? dengan keterbtasannya dia menjadi orang buta pertama di dunia yang lulus dari universitas dengan gelar magna cum laude (artinya: the great honor). Mungkin kalau mau dilihat tingkatannya, gelar ini menduduki peringkat kedua setelah cum laude dan sebelum summa cum laude. Aku nggak tahu mengenai prestasi akademiknya, hanya saja dengan gelar itu GPA (IPK)-nya bisa diprediksikan sekitar 3.75 - 3.99. Helen memang cerdas, bayangkan saja, dia bisa membaca huruf Braille dalam lima bahasa (Inggris, Jerman, Perancis, Yunani dan latin. Dia belajar berbicara menggunakan metode tadoma (metode yang digunakan oleh tunanetra sekaligus tunarungu <deafblind people> ).Caranya dengan meletakkan tangannya di mulut orang yang berbicara. Menariknya kisah hidup Helen, membuat beberapa produser tertarik untuk memfilmkan kisah hidupnya, sebut saja The Miracle Worker (1962) yang mendapatkan penghargaan Oscar (aku belum nonton sih) dan ada pula film India yang berjudul Black (yang menjadi dasar pembuatan novel ini) Berhubung aku nonton film ini duluan, aku jadi benar-benar nggak bisa bayangin Melati seperti apa yang ingin disampaikan penulis, melainkan selalu membayangkan gadis kecil di film Black.
Anne Sullivan
Memang, berhasilnya Helen tak luput dari peran seorang guru yang begitu gigih mengajarinya untuk dapat mengenal dunia. Film the Miracle Worker mengangkat kisah mengenai sosok Anne Sullivan - orang yang sangat berpengaruh di hidup Helen. Anne yang juga buta dan baru berusia 20 tahun saat pertama kali bertemu dengan Helen, dengan tekun dan sabar  melawan ke'bringasan' Helen sampai akhirnya 49 tahun mereka lewatkan dengan dipenuhi banyak cerita yang menakjubkan. Anne meninggal di tahun 1936 saat usianya menginjak 70 tahun dimana di detik-detik kepergiannya Helen memegangi tangannya. Baru di tahun 1968 (32 tahun setelahnya) Helen menyusul gurunya dan abunya ditaruh disebelah abu Anne di Washington National Cathedral.

Black Poster
The Miracle Worker PosterKalau di kisah nyatanya ada Anne Sullivan, di Film Black (2005), Amitabh Bachchanlah yang memainkan peran Anne Sullivan. Di film ini kita akan melihat perjuangan Debraj Sahai (Amitabh Bachchan) dalam menangani Michelle (Rani Mukherjee) yang berperan sebagai Helen. Perjuangan yang begitu menguras otak dan tenaga, apalagi caranya mengajar terlihat begitu kasar membuat keluarga Mc Nally khususnya Mr. Mc Nally sempat naik pitam. Tapi... setelah menempuh berbagai cara yang didasari kesabaran dan keyakinan yang penuh dan kuat, perjuangan Debraj menuai hasil tepat sebelum Mr. Mc Nally berniat mengusirnya secara paksa. Michelle menunjukkan banyak perubahan yang untuk keluarga Mc Nally adalah suatu kejaiban yang selalu mereka nantikan selama ini. Jika di kisah nyatanya Helen lulus kuliah di Radcliffe college hanya dalam waktu 4 tahun dengan predikat yang sangat luar biasa, di Film ini, Michelle diceritakan lulus kuliah saat sudah menginjak usia 40 tahun. Dia melewati banyak failed semasa kuliah, untung saja Universitasnya berbaik hati tetap menampungnya tanpa DO, karena melihat perjuangannya yang begitu ingin belajar. Walau  Anne aslinya buta, amitabh bachchan di sini merupakan lelaki yang sehat, hanya saja ternyata seiring bertambahnya usia dia terserang penyakit Alzheimer, membuatnya melupakan segalanya, termasuk murid kesayangannya Michelle. Michelle yang begitu terpukul dengan menghilangnya guru berharganya itu secara tiba-tiba, terus melakukan berbagai cara  mencoba mencari gurunya. Sampai akhirnya gurunya berhasil dia temukan, dia kembali disibukkan dengan berusaha membuat gurunya mengingat dia lagi.

Sedangkan di novel ini, penulis tetap mengangkat kekuatan Allah sebagai penguasa segala hal. Selain lebih religius, novel ini juga menyelipkan suatu kisah cinta antara Karang (pemuda yang mengambil peran Anne di sini) dan Kinasih. Berbeda dengan Amitabh bachchan yang saat menjadi guru Michelle sudah lumayan berumur lah (hehehehe), sedangkan Karang bisa dibilang masih muda banget, nggak semuda Anne sih tapi dia juga merupakan pemuda sehat yang tampan dan tanpa kekurangan apa pun selain  terlahir menjadi anak yatim piatu. Beruntung ada lelaki penyayang anak yang membesarkannya sampai dia menjadi anak paling dibanggakan. Walaupun kebanggaan yang melekat pada dirinya hampir sirna karena masa lalunya yang sempat membuatnya seperti zombi (hidup tak segan mati , nggak mati-mati) Karang akhirnya  kembali bangkit untuk berjuang hidup setelah melihat kondisi Melati. Dengan mewarisi kecintaannya kepada anak-anak dari ayah angkatnya yang telah membesarkannya, Karang berjuang dengan sangat keras, mengajari Melati untuk dapat mengakses dunia melalui inderanya yang lain. 

Novel ini mungkin tidak membuatku menangis, bukan karena ceritanya yang tidak mengharukan, tapi lebih karena aku sudah tahu jalan ceritanya, tapi... aku tetap penasaran dengan kejutan-kejutan yang kerap ditampilkan oleh penulis.

Oh yah... dari kisah ini, selain kita diajarkan untuk pandai mensyukuri nikmat, kita juga diajari tentang kerja keras, Optimis, jangan cepat menyerah,ikhlas dan sabar, serta jangan berlarut-larut dalam merenungi masa lalu. Masa lalu boleh kelam, tapi jangan sampai masa lalu itu menghambat masa depan kita. Sungguh setiap proses itu bermakna, walaupun mungkin dari setiap proses itu hanya sedikit yang dapat kita raih.

Sekian celoteh dariku, semoga bermanfaat.. :)
Au revoir Amis

Selasa, 12 Juni 2012

an AmaZing Sister

Well ... I finally post about a book, where all the previous posts were almost dominated by my short stories and some movie recommendations. Honestly I'm not a bookworm, could finish reading just one book is a pride. So.. this is it !! the first book which I will talk about here, but first of all let me tell you  little bit about it...

Judul Buku           : Bidadari Bidadari Surga
Penulis                 : Tere Liye
Penerbit               : Republika
Cetakan Pertama : Juni 2008
Tebal                   : 367 halaman, paperback
ISBN                  : 978-979-1102-26-1

Aku memang bukan kutu buku, hanya saja aku senang mengoleksi buku, melihatnya berjejer rapi di lemari  seperti suatu kebanggaan, entah kebanggaan apa. Walaupun sebenarnya semua buku yang berjejer rapi di lemari bukanlah bukuku, melainkan koleksi Kakakku yang doyan banget ama Buku (kalau dia emang Pecinta Buku, no doubt) dia rela nggak makan hanya demi membeli buku, Me?!! masih lebih memilih isi perut, nggak keren banget..  Aku sangat pemilih dalam membaca suatu buku, bukan mau sok keren, hanya saja mungkin karena bukan pecinta buku, aku nggak bisa memaksakan diriku membaca segala jenis buku. Berharap ingin seperti seorang temanku atau kakakku yang doyan banget menghabiskan waktu luang larut bersama untaian kata-kata yang tersusun rapi dalam konsep yang sangat menggugah emosi, pikiran, perasaan bahkan tak jarang menjadi guru portabel. Aku sangat menikmati ketika imajinasiku bergentayangan memenuhi hari-hariku, mengalahkan film box office (itu tergantung cerita yang di baca). Oke, aku emang sangat hiperbolik, semua hal suka kugambarkan dengan sedikit berlebihan, tapi jujur saja, sebagai orang yang nggak doyan baca, buku ini sungguh sangat menarik jika hanya untuk dipandangi saja. 

so far buku yang udah aku baca lumayan banyak, tapi kebanyakan buku-buku tersebut adalah buku anak-anak seperti the whimpy kid, Goosebumps, Fear street, serta beberapa karangan Mrs.Enid Blyton. Walaupun ada juga beberapa buku islami (aku lupa judul-judulnya), beberapa buku Raditya Dika, serta yang paling terkenal mungkin Harry Potter (1-7). Berkali-kali aku melirik buku-buku yang masih menanti untuk diselami satu persatu di kamar.. Tapi ternyata, pilihanku malah tertuju pada buku yang baru beberapa hari yang lalu dibeli ini, cerita Si kucing Dewey yang diambil dari kisah nyata sampai cerita Toto Chan yang sangat inspiring aja belum selesai aku baca (Insha Allah akan segera diselesaikan ^^v)... 

Baiklah.... Cerita Keluarga ....  mungkin itulah kelebihan novel karangan Bang Tere Liye ini (sebenarnya agak kaget waktu tahu penulis ini laki-laki, karena entahlah menurutku gaya beliau bercerita seperti perempuan, hehe... never mind)... Aku suka dengan gaya berceritanya yang sangat apik, dan mudah dicerna, aku sampai bisa membayangkan dengan jelas setiap apapun yang beliau sampaikan, saat membaca cerita beliau, terasa sebuah layar besar terpampang di depanku (tak jauh berbeda dengan saat menonton di bioskop). Aku pikir setelah novel ini, aku akan membaca beberapa karangan beliau yang lainnya, kebetulan Kakakku udah punya Hafalan Shalat Delisa dan Semoga Bunda disayang Allah

Baiklah aku kira, aku telah banyak berceloteh nggak jelas, aku akan mulai membahas sedikit cerita mengenai buku ini. Jika nantinya aku lebih banyak berceloteh nggak jelas lagi, aku mohon pengertiannya, hehe... Selamat mengeluhkan celotehanku ^^... Gomenasai!!!....

Tidak pernah terbayangkan kalau di dunia ini terdapat seorang Kakak yang tanpa ikatan darah begitu banyak berkorban demi adik-adiknya sampai ajal terkesan sudah siap menjemputnya. Tanpa meminta imbalan, penghargaan, pujian, beliau dengan sangat tangguh, berani, dan berusaha untuk selalu optimis dalam setiap langkahnya selama itu untuk keluarganya. Jarang ia memikirkan dirinya sendiri, memikirkan diri sendiri serasa tak berarti buatnya. Kebahagiaannya terletak bukan di dirinya tapi di diri Adik-adiknya dan Mamaknya, selama seluruh anggota keluarganya itu bahagia, bahagia pulalah ia, lebih bahagia malah.

Berbagai cobaan datang dan pergi, namun dia lewati semua itu dengan tetap bersyukur dan tak kenal istilah menyerah. Sosok yang kuat, dan sigap serta bersahaja ini telah membentuk adik-adiknya menjadi orang yang sukses dalam hidup. Petuah-petuahnya serta janji-janjinya yang bukan omong kosong belaka, begitu berbekas dan tertancap dengan sangat dalam dan kuat di batin setiap Adik-adiknya. Secara fisik ia mungkin tidak menarik, getirnya kehidupan membuatnya tidak pernah memikirkan dirinya sendiri apalagi penampilannya. Begitu banyak beban yang dipikulnya, tapi ia tidak pernah sekalipun mengeluh apalagi menangis di depan adik-adiknya, tidak pernah, sama sekali.

 Begitu berat cobaan yang ia hadapi, berbagai penolakan pernikahan hanya karena fisiknya membuatnya sering kali urung untuk melangsungkan pernikahan. Hampir menikah walaupun hanya sebagai istri kedua, malah kandas tepat saat ia baru saja dilamar. Perasaan malu-malu yang baru ia rasakan hari itu sirna begitu saja. Lelaki beristri yang melamarnya sebenarnya begitu tulus ingin mempersuntingnya sebagai Istri walaupun itu berdasarkan permintaan Istrinya yang mandul, namun Allah berkehendak lain, tepat saat pernikahan itu baru direncanakan, Istri lelaki itu malah hamil muda. Patah hati sebelum sempat mencintai, itulah mungkin yang dirasakannya saat itu. Rasa bersalah tak kunjung berhenti dirasakannya setiap adik-adiknya menggantungkan hubungan romantisme mereka dengan orang yang mereka cintai hanya karena tidak ingin melintasi Kakaknya. Dari adiknya yang paling besar -Si Prof. Dalimunte, Kedua Adiknya yang Kembar tapi beda -Ikanuri dan Wibisana sampai yang paling sulit adalah si bungsu yang sangat rupawan -Yashinta.

 Setiap mereka -adik-adiknya- memiliki kesan tersendiri mengenai Kakak mereka yang tak bisa mereka jelaskan dengan kata-kata. Kakak mereka lah pahlawan nyata buat mereka -pelindung mereka, penjaga mereka, guru mereka, entahlah... sosoknya terlalu melekat di jiwa adik-adiknya. tidak ada di dunia ini yang mungkin lebih berharga bagi mereka setelah Mamak mereka kalau bukan Kakak mereka ini. Selain menjadi pahlawan untuk adik-adiknya, ia juga merupakan pahlawan untuk kampungnya. Berkat mimpi sederhananya yang hanya ingin menyekolahkan adiknya semua tinggi-tinggi, dia bersikeras melawan segala kebimbangan yang datang, mencoba suatu alternatif baru yang tak pernah dilakukan sebelumnya di desanya. Menanam buah yang tak pernah didengar sebelumnya di kampung itu, apalagi membayangkan untuk menanamnya. Butuh waktu yang tidak sebentar untuk akhirnya berhasil menanamnya. Adik tertuanya bahkan sampai rela menunda sekolahnya demi mendukung kerja keras Kakaknya yang sebenarnya sudah sempat ingin menyerah karena terasa semua usahanya menemui jalan buntu. Namun, sekali lagi Allah menunjukkan rasa sayang nya ke keluarga ini, usaha Kakak akhirnya membuahkan hasil, buah yang ditanamnya sukses besar, berawal dari itu kehidupan mereka mulai membaik,jauh lebih baik malah. Kampungnya juga tak lupa kecipratan keberhasilan kerja keras dan pengorbanan tersebut. Kakak benar-benar telah membuat kampung itu menjadi tak pantas disebut kampung lagi.

Ceritanya begitu penuh pelajaran dengan berbagai macam hal yang memilukan dan mengharukan. Siapakah Kakak yang sangat luar biasa itu? beliau tak lain adalah Kak Laisa. Seorang perempuan gemuk, dengan kulit hitam-karena sering terpanggang matahari saat meladang- dan rambut ikal serta berbadan pendek. Seperti yang sudah kusebutkan, ia tidak menarik sama sekali, tapi... lihatlah adik-adiknya, mereka adalah bukti kesuksesannya sebagai Kakak. Dibalik adik-adiknya yang begitu sukses ada seorang Kakak yang tidak akan pernah terlupakan jasanya. Kak Laisa dengan penyakitnya yang begitu parah -kanker paru-paru stadium IV- masih tetap terlihat tegar dan tidak mengeluh seperti biasa.  She is really the real superhero... aku hanya menggambarkan garis besar buku ini. tentu saja hanya dengan membaca tulisan singkat ini belum menggambarkan sosoknya yang luar biasa di buku ini. Sosok yang terasa sulit untuk dilepaskan ini, semakin tak berdaya oleh penyakitnya. Setelah sekian lama menyembunyikannya, kali ini dengan berat hati ia memanggil adik-adiknya untuk berkumpul kembali. Segala kenangan-kenangan masa kecil terkuak sedikit demi sedikit. Sungguh memilukan, tapi juga saat dirindukan, kenangan-kenangan masa kecil yang sebagian ingin diulangi namun lebih banyak ingin diperbaiki.... Tidak Kak Laisa tidak menyesali setiap apapun yang dilaluinya, ia adalah sosok pribadi yang tegar dan penyabar serta selalu mensyukuri apapun yang Allah berikan, dia tidak pernah menuntut apapun, hanya satu doanya- JADIKAN AKU BIDADARI SURGA -....

Cerita ini begitu mengharukan, diceritakan dengan sangat sederhana dan menyentuh. Penggambaran sosok Kakak yang sangat luar biasa tetapi tidak mengada-ada. Penggambaran keluarga yang begitu harmonis, sangat membuat iri. Mungkin Keberhasilan Dalimunte sebagai peneliti yang sukses masih agak janggal di negara ini, melihat begitu banyak peneliti berbakat kita tak bisa menyalurkan bakatnya karena terhalang dana, namun aku sangat menyukai Dalimunte, seandainya peneliti berbakat seperti ia diberdayakan, tak perlu ditanya bagaimana jadinya negara ini ke depan. Dan untuk sosok Yashinta yang menawan dan begitu mempesona, menggoda setiap mata yang memandang. Walaupun akhirnya mendapatkan seorang lelaki tampan yang baik hati namun sangat mengerti akan sikap keras kepalanya, namun butuh waktu yang sangat lama sampai mereka akhirnya bersatu dalam hubungan yang syah, menggambarkan bahwa hidup tidak sesederhana itu. Apalagi mengenai cerita kedua sigung kembar tapi beda itu, walaupun ketika kecil tak terlihat sedikitpun bagaimana masa depan mereka, toh malah menjadi orang yang sukses karena mereka total dengan apa yang mereka geluti. Keluarga memang sangat mempengaruhi keberhasilan dan karakter seseorang. Dan Kak Laisa menunjukkan bahwa hubungan keluarga itu tidak hanya sebatas hubungan 'sedarah', tapi hubungan keluarga lebih dari itu.....

cerita yang sangat ringan ini telah mengisi hari-hariku yang penat karena tugas, ujian yang sebentar lagi tiba, serta berbagai persoalan nggak penting yang sering kali menggelayuti pikiranku. Cerita ini begitu menggugah perasaan, tak menyesal meluangkan waktu membaca setiap lembar per lembarnya sampai chapter terakhir. Ending yang menyentuh awal yang sangat menarik... sungguh cerita yang mempesona... penggambaran alur mundur maju, membuat aku yang tak doyan baca menikmati setiap halamanannya. Nggak ada kejenuhan yang timbul setiap kubuka chapter per chapter-nya, melainkan rasa penasaran yang semakin lama semakin memuncak...

wah setengah jam lagi aku masuk... tapi aku malah sibuk menulis postingan ini, yah aku memang harus bergegas.... terima kasih buat Teman-teman yang sudi mampir membaca bahasan buku yang cukup singkat ini, walaupun aku bercerita sesuai versiku, semoga pembaca cukup enjoy membacanya....

Jya mata Minna!!^^...Doumo!!