Senin, 21 Januari 2013

Ah ! part 1



“Ah!! Dia melihat ke arahku!!” Risa heboh sekali waktu tatapannya dan Naoki bertemu.

Aku, Nana dan Ena hanya bisa saling tatap sambil menghela nafas melihat kehebohan Risa.  Tak jauh dari Naoki, seseorang menarik perhatianku. Dia adalah GeunSuk  siswa baru  pindahan dari Korea. Anak yang dari awal sudah menarik perhatianku. Dia sangat pendiam, tertutup dan suka tenggelam dengan buku yang selalu setia bersama-nya. Telinganya pun selalu ditutupi oleh Headset, entahlah apa yang selalu dia dengar.
“Maki ! kenapa masih disitu? Ayo! Kamu bisa ketinggalan bis nih!”
Tak kusadari ternyata teman-temanku sudah naik ke bis, aku bergegas mengikuti mereka. Sengaja kupilih tempat duduk dekat jendela. Perlahan-lahan kuperhatikan GeunSuk yang sudah mulai menjauh.
***
“Hei! Tau nggak, hari ini GeunSuk menghebohkan kelasku.” Risa memakan bekal onigirinya dengan semangat sambil tetap bercerita.
“Yah… pelan-pelan ceritanya, nih minum dulu.” Aku begitu tertarik dengan cerita Risa, tapi kucoba untuk menahan diri untuk tidak terlihat antusias.
Diantara kami berempat, hanya Risa yang beda kelas. Awalnya aku kecewa, tapi semenjak Risa sekelas dengan GeunSuk aku merasa ada untungnya juga.
“GeunSuk untuk pertama kalinya presentasi di depan kelas, semua terpikat dengan presentasinya. Dia benar-benar cerdas. Teman-teman cewekku yang lainnya langsung jatuh hati padanya, mereka malah berencana untuk membuat fansclub-nya.”
Aku shock, cerita ini tidak semenarik cerita yang biasanya aku dengar. Risa terus berkicau menceritakan GeunSuk yang tiba-tiba saja menjadi populer karena presentasi-nya yang katanya super hebat.
***
“Eh!! Naoki menembak Misa?”
Kami bertiga heboh mendengar Risa yang sudah kucel berurai air mata.
“Naoki bodoh! Sudah tahu bakalan ditolak tapi dia maksa buat nembak.” Risa masih manyun, ditarik-tariknya kelopak bunga yang sedari tadi dipegangnya.
Kami bertiga hanya terdiam, tak berani mengeluarkan suara apa-pun. Risa benar-benar mengerikan kalau sedang kesal.
“Kalian tahu!” Katanya tiba-tiba melotot kea rah kami satu persatu.
“Dengan sombongnya Misa menarik lengan GeunSuk dan berkata aku suka dia.”
“Apa!!” Aku tanpa sadar berdiri sambil melotot kearah Risa.
Ketiga sahabatku itu melihatku sambil bengong. Aku seketika itu menyadari kehebohanku sendiri, sebelum aku malu aku langsung duduk sambil menyembunyikan mukaku yang sepertinya sudah memerah.
“Kamu suka GeunSuk ?” Risa melihatku penuh selidik.
“Ah… Masa iya sih, kamu nggak sadar Sa,” Nana tersenyum, diikuti Ena yang cekikikan.
“Jadi? Hanya aku yang nggak tahu? Kalian tega ya, nggak bilang-bilang aku.” Risa mulai memonyongkan bibir merasa dikhianati.
“Sebenarnya itu awalnya Cuma tebakan Sa, hanya saja melihat tingkah Maki yang barusan kami jadinya yakin.” Ena sekarang tambah cekikikan.
Aku akhirnya menatap sahabatku itu satu per satu. “Kelihatan yah? Padahal aku udah berusaha nutupin.”
“Kenapa? Kita kan sahabat, kenapa pula kamu nutupin? Aku aja ngasih tahu kalau aku suka Naoki.”
“Maki beda ama kamu Sa, dia malu kalau ketahuan suka sama orang.” Nana yang paling dewasa diantara kami member risa pengertian. Aku akhirnya bisa menghela nafas lega.
“Tapi… aku masih bingung dengan ceritamu Sa, bagaimana bisa si Misa menarik lengan GeunSuk, emangnya Naoki nembak Misa dimana.”
Risa yang tadinya udah mendingin, kembali mendidih.
“Itulah kenapa aku bilang si Naoki itu Baka!!! Dia dengan PD-nya nembak Misa di kelas, saat semua orang sedang ada di kelas. Hampir saja jantungku berhenti berdetak. Dasar NAOKI BAKA!!!”
Risa terus teriak-teriak nggak jelas. Kami tidak berani menggubrisnya, untung saja kami sedang di atap gedung sekolah.
***
Esoknya. Kami seperti biasa berangkat ke sekolah pagi-pagi, karena kami paling anti terlambat. Hanya saja Risa masih uring-uringan. Aku lebih uring-uringan, soalnya Risa belum menyelesaikan cerita mengenai GeunSuk yang ditembak Misa. Apa GeunSuk menerimanya ? Risa terus mengulangi kata Naoki bodoh, sialan  sepanjang perjalanan. Nana dan Ena sampai menarikku menjauh dari Risa, jangan sampai kami tertular stress-nya.
Kami berjalan di belakang Risa. Risa bahkan tidak menyadari keberadaan kami, dia terus bergumam sambil menunduk. Mukanya benar-benar kucel, rambut hitam panjangnya yang biasanya rapi sekarang terikat seadanya. Matanya terlihat hitam dan bengkak, sepertinya dia tidak bisa tidur semalaman.
Kami begitu khawatir melihat keadaan Risa. Pelan-pelan kami berjalan mengikuti langkahnya. Di depan kami ada Misato bersaudara, Ken dan Kei yang saling oper-oper bola sepak. Mereka memang andalan kelas kami dalam olahraga sepakbola. Si kembar Ken dan Kei membuat Nana dan Ena senyum-senyum sendiri. Ken berkali-kali melakukan atraksi menangkap dan mengoper bola ke Kei, Kei tak kalah hebatnya.
Sesuatu terjadi saat kami naik di jalanan yang menanjak. Bola yang tadinya seperti menempel di badan kedua saudara kembar itu, tiba-tiba terlepas dan terlempar tepat kea rah Risa berada. Risa tentu saja tidak menyadarinya, aku baru saja akan berteriak menyuruh Risa menyingkir, seseorang lebih dahulu menangkap bola itu dan menopang badan Risa dengan sebelah tangannya karena Risa hampir terjatuh. Risa yang begitu terkejut, spontan berteriak,” Naoki Bodoh! Sial-an…”
Risa menggigit bibirnya, terpaku menatap orang yang telah menopang badannya.
“Ap-pa ka-mu ba-ik-ba-ik saja?” Naoki terbata-bata dan terlihat begitu shock mendengar kata-kata Risa. Dia langsung menunduk terdiam.
Risa benar-benar menjadi salah tingkah dan speechless.” A..ano…”
Belum sempat Risa bersuara Ken dan Kei memanggil Naoki,” Nao!! Bola kami!!”
Naoki langsung berbalik badan dan melempar bola itu ke Kei dan Ken,” Lain kali kalian harus hati-hati mainnya!!” teriak Naoki serius. Ken dan Kei hanya cengar-cengir sambil garuk-garuk kepala mereka.
“Kenapa malah Cuma nyengir! Ayo minta maaf!” Naoki si kapten sepakbola sekaligus ketua kelas terlihat begitu tegas. Ken dan Kei akhirnya turun dan berkali –kali membungkukkan badan meminta maaf ke Risa. Risa hanya tersenyum sambil mengangguk tersentuh.
“Hmm… kalau begitu, kami duluan…” Naoki masih terlihat kikuk.
Risa yang merasa bersalah dengan ucapannya, akhirnya nggak mau berdiam diri.” Ano… Misuzaki kun!… aku suka kamu!” Risa berteriak tepat di depan Naoki yang sekarang bengong.
Aku, Nana dan Ena tak kalah kagetnya. Ken dan Kei sampai tak sadar kalau bola kesayangan mereka menggelinding terlepas dari tangan mereka.
“Kei!! Sora menggelinding!!” Ken memukul-mukul lengan Kei. Kei yang masih kaget dengan pernyataan Risa, butuh beberapa detik untuknya menyadari maksud perkataan Ken. Mereka pun langsung mengejar Sora yang menggelinding semakin cepat.
Terlepas dari kehebohan Kei dan Ken, suasana di sekitar Naoki dan Risa sungguh beda. Mereka seperti tidak terpengaruh oleh keadaan lingkungan sekitar. Naoki masih terdiam, bingung sendiri, dia terlihat begitu terkejut dan susah sekali untuk menentukan jawaban. Aku merasa Naoki ada ketertarikan dengan Risa. Risa sendiri masih menunduk penuh harap. Aku dan yang lainnya tak kalah deg-deg an nya.
“Maaf…” sahut Naoki setelah beberapa menit suasana di sekitar kami hening.
Risa yang mendengar kata maaf langsung bertingkah aneh, dia seperti orang gusar, Naoki tak diberinya kesempatan melanjutkan kata-katanya.
“Hmm… aku aku ngerti kok, dasar Risa bodoh.” Risa memukul-mukul kepalanya.
“Ah… ano…” Naoki mengerutkan kening mencoba untuk memberi kejelasan, tapi Risa sepertinya tidak mau mendengar penolakan.
“Sudahlah…aku… nggak mau denger. Aku… aku hanya ingin kamu tahu aja kok, kamu nggak usah jawab, nggak usah. Aku udah tahu jawabannya apa.” Risa menguatkan dirinya dengan terus mengoceh dan memaksakan dirinya tersenyum, tapi matanya tak berani menatap Naoki.
Naoki masih berusaha untuk memberi kejelasan tapi Risa sudah lebih dulu mengambil langkah seribu. Aku yakin, Risa pasti tak ingin terlihat cengeng di depan Naoki. Naoki terlihat sangat tidak nyaman, kami sampai enggan menyapanya.
***


To be continued...

hari ini aku boring banget, dengan perasaan tak menentu aku malah nulis cerita geje ini, lucunya aku nulis seharian ampe akhirnya aku nulis cerita panjang lebar ini, hanya saja aku akan posting tulisan ini nggak sekaligus soalnya terlalu banyak, jadi anggaplah kayak cerbung aja. :P

Awalnya aku mau ambil Setting di Indonesia, tapi ceritaku nggak mendukung, ambil Korea, tapi aku jarang nemuin cderita korea bertema sekolahan jadi ... karena aku penggemar Komik aku ngambil setting Jepang.
so Minna enjoy the story... :)

Kamis, 17 Januari 2013

Mimpi...

Inception...
Bagi Kalian yang doyan nonton, pasti tau nih film. Film yang dimainin oleh Leonardo DiCaprio ini terkesan sangat mustahil. Yah... emang kayak gimana aja gitu, kamu terjebak di mimpi sampai kamu nggak tahu mana yang nyata atau nggak.

Bicara mengenai mimpi... aku baru aja mengalami yang namanya mimpi di dalam mimpi. Ok... mungkin kalian juga udah sering mengalami hal yang serupa yaitu berasa bangun, tapi ternyata masih bermimpi. Mimpi yang termasuk jarang terjadi ini nggaklah nakutin kalau pada akhirnya kita berhasil bangun dari mimpi itu.

Apa yang mau aku share kali ini adalah pengalamanku mimpi di dalam mimpi tapi bukan hanya satu mimpi. Maksudnya akusudah berasa bangun lebih dari 5 kali tapi ternyata saat itu aku masih di dalam mimpi. Jadi...aku mimpi dan aku berasa bangun, lalu sesuatu terjadi dan aku sadar kalau aku mimpi lalu aku berasa bangun lagi dan kejadian aneh terjadi lagi dan aku terdesak lalu aku sadar lagi kalau aku mimpi, lalu aku pun berasa bangun dan begitulah seterusnya. Aku sampai ngerasa ngeri sendiri karena nggak bisa bangun dari mimpiku.  Aku sempat benar-benar lelah dan itu terlihat dari kantong mataku yang membesar waktu aku akhirnya berhasil bangun setelah sekian kalinya berasa bangun tapi ternyata itu masih didalam mimpi. Parahnya... di mimpi di mana aku berasa bangun, lokasi aku bangun itu sama, maksudnya di kamarku dengan posisi tidur yang sama, serta warna sprai kasurku pun sama persis setiap aku bangun yang ternyata  masih di alam mimpi. Mataku terasa berat sekali, perih dan entahlah aku merasa sangat letih. Yang mengerikan adalah saat aku berasa bangun (tapi ternyata masih mimpi juga) di mimpi itu, aku sampai membalikkan kepalaku supaya aku benar-benar bangun, aku sampai sempat mengobrol dengan kakakku yang di mimpiku saat itu sedang mengaji di kamar.
aku bilang gini," Eh Kak, aku dari tadi udah berusaha bangun loh, tapi g tahu kenapa aku ternyata masih mimpi dan mimpi, nih aku paksain diri buat bangun biar nggak mimpi lagi."
saat itu, aku yakin banget aku udah bangun, karena emang aku berasa udah bangun, tapi... ternyata...itu masih mimpi dan itu semua baru kusadari saat tiba-tiba aja mataku kebuka dan ALHAMDULILLAH...kali ini aku benar-benar bangun. Aku bangun kayak orang linglung, langsung keluar kamar. Ternyata kakakku sedang ngaji di ruang tengah ditemani gosip Nicky Tirta yang ternyata udah nikah. Aku langsungsaja ceritain apa yang baru aja terjadi. Kakakku bilang," aku dari tadi ngaji di luar kok."
Ngeri... aku jadi agak takut buat tidur lagi nih... rasa capeknya masih berasa.

Herannya, entah kenapa siang tadi mimpiku harus bertema horor. Padahal sebelum bobo aku ngerasa udah berdoa (udah nggak yah??) dan aku sama sekali nggak pernah nonton film horor beberapa hari terakhir ini. Kenapa tiba-tiba aja di mimpiku aku harus merasakan kengerian yang terasa nyata sekali??!!

Aku sering banget mimpi serem yang berasa super nyata, dan herannya aku masih ingat beberapa mimpi hororku yang lokasinya terkadang di rumahku atau di lokasi deket rumahku. Hebatnya, setiap mimpi serem aku selalu sadar saat aku terdesak dan otomatis, mimpi seremku langsung berubah menjadi cerita dimana aku menyelamatkan diri dari ancaman horor di mimpiku sendiri. Tapi ternyata siang tadi, aku hampir gagal melakukan penyelamatan diri...aduh... nggak banget dah kita terperangkap di mimpi kita sendiri... Syereeem!!!...

Jadi... dulu waktu masih kecil aku pernah mimpi. Di depan rumahku yang kebetulan langsung jalan raya, ada selokan di seberangnya. Nah...entah kenapa aku mimpi kalau di selokan itu ada orang kuburin mayat malem-malem. Waktu aku liat orang itu, itu rasanya nyata banget, jadi waktu aku bangun, aku sering ngeliat ke selokan itu, berasa kalau mimpi yang aku liat itu nyata adanya. Pernah juga aku mimpi kalau di sebelah rumahku itu ada rumah tua nggak berpenghuni yang syereeem banget. Tuh rumah tua gangguin aku yang waktu itu lagi asyik nonton bareng temen-temenku. Yang paling Absurd yaitu mimpiku tentang drakula. Jadi nggak tahu gimana ceritanya, aku tiba-tiba ada di antara kumpulan zombi yang tertidur. Awalnya aku nggak sadar, tapi tiba-tiba aja salah satu mereka bangun. Mata zombi yang bangun itu berwarna biru, giginya runcing kayak drakula, aku otomatis langsung takut, eh tiba-tiba aja di mimpi aku bisa ngelawan tuh zombi. So.. hasilnya aku nggak jadi takut dan akhirnya aku nikmatin petualanganku jadi Buffy di alam mimpi.

Mimpi itu adalah temen tidur yang seru sebenarnya... kalau misalnya mimpi kita indah, pengen banget nggak bangun-bangun. Aku paling sebel kalau mimpi tentang makanan atau minuman, mimpi jalan-jalan ke luar negeri atau mimpi yang terasa sangat luar biasa mustahilnya, hahaha. Karena itu semua NGGAK NYATA. Tapi sangat bersyukur waktu mimpi yang jelek, mengerikan dan menyedihkan, Karena itu semua NGGAK NYATA.


Well... ada pula mimpi nggak masuk akal seperti waktu  aku yang entah gimana ceritanya bisa ikut di acara Full House-nya Suju...dimana di sana lucunya aku kekunci berdua ama DongHae di dalam lemari, ceritanya lagi dijahilin ama personil yang lainnya...<kok bisa??!!> terus anehnya aku pernah ngimpi yang absurd banget, aku turun dari kasur tingkatku tapi dengan cara ngelemparin diri, padahal kasur tingkatku nggak tinggi-tinggi amat, di kamarku ada si Ron (Rupert Grint), si Hermione (Emma Watson) dan nggak ketinggalan aja si Harry (Daniel Radcliffe) nungguin aku, dan si Harry bilang," ayo lompat, nggak apa-apa ada aku yang bakalan nangkep kamu." eh aku akhirnya pasrah aja, terus di dekap ama si Daniel... rasanya nyata banget... <padahal aku lebih suka Rupert :( ..>...

Wah aku jadinya bernostalgila deh... terlalu banyak mimpi seru yang pingin di share, sayang aku lupa-lupa ingat ..haha...
Oh yah... waktu Jaman Piala Dunia 2002...aku pernah ngelindur, aku nggak ingat sih dan sebenarnya susah untuk percaya kata-kata Kakakku tentang kasusku yang ngelindur. Karena waktu aku dikatain ngelindur, aku sama sekali nggak mimpi apa-apa, dan anehnya aku ngelindurnya bilang gini..
"Owen...Owen... ternyata kakiku lebih bagus daripada kakimu."... (nggak nyambung banget).. karena aku sama sekali nggak pernah mikirin Owen, apalagi kakinya ...yang ngefans kan Kakakku (Yus)...lucu... kalau aku Impiin si Aimar atau Casillas mah masih mending....

Wah... akhirnya dua postingan terakhirku isinya basa-basi kayak gini... nggak apa-apa dah.. buat blog jadi tempat Curhat, haha...

Ciao Simile!!




Kamis, 10 Januari 2013

CurCol Dulu....nyuuuk~

Sudah sepuluh hari kita berada di tahun 2013 ini? apa ada  kejadian yang menyenangkan atau mungkin menyedihkan yang udah kalian lewati??... by the way... hari ini aku lagi di laboratorium ngerjain tugas akhir... masih tahap awal udah mau nyerah aja rasanya...

ngomong-ngomong tentang nyerah dan putus asa... seandainya kita ikut aja ama kemauan kita maka siap-siap aja kita bakalan tambah kecewa. Bicara tentang kecewa. Kecewa itu biasanya timbul karena apa yang kita inginkan tidak sesuai dengan yang kita harapkan atau mungkin rencanakan. Karenanya ada yang mengatakan janganlah kalian terlalu banyak berharap kalau nggak mau terlalu kecewa. So... aku pernah dapat materi yang isinya gini... dalam bahasa inggris itu ada dua kata yang berarti harapan yaitu "hope" dan "expect" hanya saja ternyata kedua kata ini memiliki makna yang berbeda. Hope... ini merupakan harapan tapi bersifat memasrahkan semuanya kepada sang Pencipta, berbeda dengan expect yang merupakan harapan tapi bersifat memaksa. contoh sederhana saja, saat ada yang berdoa " Ya Allah berikanlah aku nilai A supaya IPKku 4." ini ciri orang yang berdoa dengan menggunakan konsep expect...why? karena expect itu adalah pengharapan yang jelas sehingga saat nggak tercapai ada kekecewaan yang muncul... sedangkan untuk contoh doa yang berlandaskan konsep hope adalah "Ya Allah berikanlah aku nilai terbaik karena aku telah melakukan yang terbaik." terserah mungkin di dalam hati maksudnya sama dengan doa pertama tadi, tapi dia mengeneralisasi makna doa itu supaya saat yang dia harapkan tidak sesuai dengan yang dia dapatkan dia tidak akan terlalu kecewa karena kesimpulannya, dia belum melakukan yang terbaik untuk mendapatkan yang terbaik atau apa yang kamu dapatkan tentunya sesuai dengan usahamu.

Tapi... emang saat kita menginginkan dunia ujung-ujungnya pasti kecewa.  well... walaupun udah dapat berbagai wejangan dan konsep untuk mengatasi kekecewaan tetap aja terkadang perasaan yang sering buat galau itu muncul. Ujung-ujungnya ke putus asa, habis itu nyerah. Nah... kalau udah nyerah... selesai sudah....

Bagi anak SD, SMP, SMA... perjuangan mereka adalah di Ujian akhir kelulusan... mereka akan matian-matian berjuang di sana. sedangkan bagi Mahasiswa S1,S2 dan S3 ancaman terberat mereka adalah skripsi, tesis dan disertasi. Tentu saja pengerjaan tugas akhir ini bebannya berkali-kali lipat dibandingkan hanya dengan ujian akhir kelulusan. Tapi... cobalah kita flash back bagi yang sekarang mungkin udah berada di jenjang yang sudah tinggi mungkin akan mengatakan "ah... lebih enak masa-masa sekolah yah, kerjaan kita kalau nggak main yah belajar, nggak ada beban seberat sekarang."
yah pastinya beban itu bergantung kemampuan dan ingat "umur" hehe... so emang beban saat kita masih sekolah terasa lebih ringan karena kita udah melalui masa-masa sulit saat itu, tapi coba saja ingat bagaimana kita saat di masa sekolah kita pasti mengatakan "enak yah waktu TK, kerjaannya cuma maen doang"...

so... intinya... terkadang kita kurang bersyukur dengan apa yang telah kita peroleh. Saat kita mendapatkan apa yang kita inginkan kita akan mengucapkan rasa syukur berulang kali, tapi saat kita mendapatkan sesuatu yang tidak sesuai dengan yang kita inginkan kita akan mengatakan,"sabar". Padahal semua yang kita dapatkan itu adalah dari Allah, jadi... sepantasnya kita mengucapkan syukur untuk semua apa saja yang kita peroleh. Konteks sabar di sini bisa kita ubah maknanya menjadi syukur. contoh sederhana saja...
saat kamu menganggap gaji 500 juta itu lebih banyak dari 500 ribu, maka saat kamu mendapat gaji 500 ribu maka kamu akan mengatakan "sabar", sedangkan saat gajimu menjadi 500 juta baru kamu bersyukur. Padahal gaji 500 ribu atau pun 500 juta keduanya berasal sang pencipta, jadi tak seharusnya kita tidak mensyukurinya walaupun jumlahnya mungkin bagi kita sedikit.

Hmmm... mungkin cukup sedikit itu briefing dariku... maaf kalau ada kata-kata yang salah atau gimanaaa gitu...namanya juga manusia (kagak sempurna), saat mungkin orang menyampaikan ilmu paling yang dapat kita tangkap nggak 100% tapi mungkin saja 60-80% jadi kalau penyampaianku masih rada nggak jelas gitu mohon permaklumannya.. (wah malah jadi formal, he))..

so Minna San...
Keep moving forwad, always grateful to GOD and Keep moving Forward (don't Give Up!)
:D
<semangatin diri itu penting, jadilah motivasi buat dirimu sendiri :) >

Senin, 31 Desember 2012

Cuap-Cuap Si LeeAne

Aku maksa banget pengen ngepost sesuatu, tapi apa yah... di penghujung tahun ini, otakku malah buntu.
sambil menunggu cerita Viona oleh Mama, aku kerap kali mikirin kelanjutan cerita keempat sahabat itu. Berbagai macam ide berkecamuk di kepala. Sebagian melempem karena nggak langsung di tuang, sebagian lainnya nggak jadi tertuang karena merasa ada yang masih kurang dengan ide cerita yang mampir.
Aku masih belum punya inspirasi, dari kemarin sudah banyak ide yang coba kutulis, tapi nggak ada yang selesai. Semua cerita yang kubuat terasa terlalu bertele-tele. Aku sendiri kurang yakin dengan akhirnya. Ada pula cerita yang akhirnya udah kebayang, tapi waktu mulai membuat awalnya, eh ujung-ujungnya ceritanya jadi nggak sesuai dengan akhir yang udah aku kemas.

Sekarang ini, aku benar-benar nggak ada ide mau nulis apa. Aku lagi nggak punya sesuatu yang membuatku gregetan. Oh yah... aku basa-basi aja dah. kebetulan beberapa hari yang lalu aku nonton konser 2PM. Wow! mereka ngomong bahasa indonesia... so happy ngeliat mereka yang berusaha menggunakan bahasa Indonesia. Aku sangat menghargai orang yang ingin mempelajari bahasa negara yang dia kunjungi. So... salut buat 2PM.

Wooyoung sangat lucu waktu salah menyebut "ka-mu" dengan "ku-ma". Dan member lainnya tak kalah lucunya waktu berusaha menggunakan bahasa Indonesia, yah Junsu...dia harus mengulang berkali-kali dan ujung-ujungnya yang dia katakan tetap salah. Sayang...aku lupa apa yang mereka katakan, aku terlalu excited liat tampang mereka yang berusaha untuk mengucapkan bahasa indonesia dengan baik dan benar.

Aku suka lagu "Hands Up" by 2PM, tapi aku lebih excited waktu mereka nyanyiin lagu anak-anak "satu-satu" di konsernya.... Aku selalu senang saat ada artis luar negeri yang saat konser mencoba menyanyikan lagu berbahasa indonesia serta berusaha menyapa menggunakan bahasa Indonesia dan saat wawancara berusaha menggunakan bahasa Indonesia.

Menurutku memang seharusnya begitu. Hal itu menunjukkan kalau mereka begitu menyayangi fans mereka sampai mereka berusaha untuk dapat berkomunikasi dengan fans mereka walaupun kata-kata itu hanya seperti "selamat malam" "apa kabar" "aku cinta/sayang kalian"...bagaimanapun setiap kata yang mereka ucapkan akan memberikan kesan tersendiri di hati para penggemarnya...

Setelah ngeliat konser-konser para artis korea, sebut aja SuJu, SM Town, Big Bang, dan mungkin yang terakhir 2PM... I proudly said ... 2PM is the best...yah walaupun konser yang ditayangin nggak lengkap.
Selain karena aku emang suka lagu mereka, juga karena mereka berusaha menggunakan BAHASA INDONESIA....

SO SWIIT... :)

Tahun ini emang seru menurutku, banyak konser, banyak pernikahan, ada konflik internal yang kalau diingat-ingat rasanya gimanaaaa gitu (forget it) dan yang lebih fantastis adalah adanya isu Kiamat... Semua orang menantikan malam pergantian tahun. Aku pun siap2 naik ke lantai atas tanpa atap di kosku untuk menikmati tontonan kembang api GRATIS!!...bakalan nggak bisa tidur nih... seperti tahun kemarin, wah rasanya baru kemarin aja tahun baru.

Jumat, 21 Desember 2012

Mari Berimajinasi Minna !!



                Peter Mooneyham… adalah sosok lelaki  idaman para wanita, tentu saja dijamannya. Aku nggak begitu percaya dengan cerita itu, apalagi keluarnya dari orang yang ngefans berat ama dia, Nenekku.. Carla Mooneyham. 
                Nenek setiap hari menceritakan sosok kakek sewaktu muda, aku jadinya punya bayangan tersendiri mengenai karakter kakek yang diceritakan nenek. Melihat kakek yang sekarang, semua cerita nenek hanya seperti karangan belaka.
                Baiklah, kuakui dengan umur yang sudah menginjak 78 tahun, kakekku masih memperlihatkan paras tampannya. Badannya pun nggak loyo-loyo amat. So… secara fisik okelah, cerita nenek tentang kepopuleran kakek dapat diterima, tapi… kalau dilihat dari karakter kakek, hmmm… tunggu dulu.
                “Carla… buatin aku kopi, tanpa gula…”
                “Willow… buatin kakekmu kopi yah…”
Aku segera membuatkan kakek kopi. Tapi.. waktu kakek mulai meminumnya…
                “Kopi apaan ini? Pait banget!”
                Begitulah… yah anggap saja ini adalah faktor umur… Kakek mulai lagi marah-marah nggak jelas, mengira kami (aku dan nenek) sengaja ngerjain dia… lucu sih sebenarnya. Kakek suka nggak mau salah apalagi mengalah, kalaupun jelas dia salah, dia akan bertampang sok cool dan menyuruh kami menganggapnya angin lalu, tapi kalau kami yang salah (aku atau nenek) kakek akan terus membahasnya sampai aku sebel sendiri.
***
“Willow… Zack nyariin kamu…” Viona berkata lirih padaku, sambil memberikan kode untuk mengikutinya.
Aku akhirnya pergi mengikuti Viona, setelah menaruh tasku di meja. Kami menuju ke basecamp kami, tempat tersembunyi di belakang halaman sekolah. Sambil menelusuri semak-semak belukar, sesekali aku kibaskan tanganku menghalau ilalang yang tingginya hampir melebihi tinggiku. Gubuk yang tak terurus itu akhirnya kelihatan, sudah cukup lama aku nggak menginjakkan kaki di sana. Gubuk  yang setahun lalu aktif kami gunakan, sekarang  terlihat semakin parah saja. Dulunya kami gunakan sebagai tempat kami berkumpul sesekali waktu membahas apa saja, tapi… setahun terakhir ini, kami memiliki kesibukan masing-masing sehingga kita jarang berkumpul lagi, apalagi semenjak Ryan pindah sekolah. Entahlah…apa yang membuat Zack memanggilku ke sini lagi.
Viona terlihat bersemangat. Aku menjadi tambah penasaran. Viona dengan ceria mempersilahkan aku membuka pintu yang pegangannya sudah karatan itu.
KREEEAAAK… Pintu itu memberikan suara besar yang mengerikan saat dibuka, tiba-tiba saja aku merinding. Gelap… hanya ada cahaya matahari yang mencuri masuk melalui celah-celah dinding yang terbuat dari kayu itu. KREEEK… nggak pintu, nggak lantai…dua-duanya memberikan suara yang membuat jantungku berdebar. Semakin lama kuperhatiin ruangan kosong ini, semakin jelas kulihat apa yang ada di dalamnya. Penglihatanku akhirnya normal kembali, aku mulai bisa memperhatikan barang-barang yang ada di dalamnya.
“Zack mana?” tanyaku setelah tersadar kalau ruangan itu kosong.
Viona hanya tersenyum, “tunggu aja, sebentar lagi dia balik.”
Aku hanya mengernyitkan kening. Tapi aku nggak bertanya lagi. Sambil menunggu Zack, kuputuskan untuk bernostalgia sebentar, tapi.. belum sempat kuperhatikan barang-barangku yang sengaja kutinggal dulu, terdengar suara teriakan.
BUUUKK… sesuatu mendorongku dari belakang sehingga aku tersungkur dengan posisi badan telungkup. Aku sangat kesal, dengan muka geram, aku berdiri dan siap membalas sesuatu yang mendorongku itu.
“ Maaf Will…”
Aku terpaku, senyum yang sangat kurindukan itu menhapus segala kekesalanku.
“Ryan!!!” Tanpa pikir panjang kupeluk sahabat kecilku itu erat sekali, Ryan hanya tertawa dengan tingkah kekanak-kanakanku.
“Ok..Ok… tenang Will… kamu membuatku sulit bernafas.” Ryan masih tersenyum, diusapnya air mata yang tanpa sengaja membasahi pipiku.
“Aku nggak nyangka, kamu bener-bener kangen sama aku.” Zack meniru suara Ryan dengan mimik serta gaya lebainya, sontak aku jadi ilfil.
Viona, Ryan dan Zack tertawa melihat ekspresiku.
“Baiklah…jadi apa yang mau kamu tunjukin ke aku Zack?”
Zack menepuk pundak Ryan,”ini…”
Ryan tertawa geli, hal itu menunjukkan kalau Zack sedang bercanda.
Melihat Zack yang sepertinya senang mempermainkanku, aku hanya terdiam memperlihatkan muka emosi. Dia langsung terdiam.
“Ehemm..baiklah.” Sahut Zack memasang muka serius. “Kejadian ini dimulai seminggu yang lalu..jadi…”
“Singkat cerita..”sahutku langsung memotong kata-kata Zack yang sangat kuduga akan melebar kemana-mana.
Zack terdiam. Menghela nafas lagi, berdeham. Lalu tanpa berkata apa-apa lagi… dia menarik tanganku… dan…
WOOOOAAAAAAHHHHHH…..
Aku merasa melayang di udara, badanku terasa ringan,sekelilingku gelap, dan…
“Will…kamu baik-baik saja?” Terdengar suara Zack lirih mencoba membangunkanku.
Aku membuka mataku, dan…
“Dimana ini!!!” Aku histeris melihat sekelilingku yang telah berubah. Aku sudah nggak di gubuk reyot itu lagi.
“ini rumahmu…dan… itu kamu.” Zack menunjukkan seorang bayi yang sedang tertidur pulas di kotak bayinya. Aku memandangnya heran. Zack hanya tersenyum.
Tak lama kemudian, seseorang masuk. Kakekku.
Wajahnya terlihat sedikit lebih muda, umur kakek saat ini mungkin sekitar 61 tahun. Dia mendekati aku (the baby). Terlihat wajahnya berseri-seri. Dia terlihat sangat senang, air mata tiba-tiba mengalir melewati pipi keriputnya. Tak kusangka, kakek ternyata begitu bahagia dengan kelahiranku.
“ouuuh… cucucucucuku cayank… eeeeiiiih…kakek gemeeees dah…” tiba-tiba image “cool” kakekku lenyap seketika melihat tingkahnya yang alay.
Zack terkekeh, kulirik dia dengan ekspresi mengerikan, Zack langsung menarik nafas, mencoba untuk menahan tawanya.
“Jadi sebenarnya apa yang terjadi ini..”
Zack terdiam, terlihat berfikir. Sesekali dia memperbaiki letak kacamata tebalnya yang tak melorot. Lama aku menunggu jawabannya. Tak lama kemudian, dia menghela nafas.
Dipandanginya aku lekat-lekat. “huuuf… sorry Will, I have no idea..hehe”… tampang bodoh Zack berkali-kali lipat terpancarkan saat ini, menyebalkan.
“Jadi… apa kita bisa balik lagi?”
Zack mengangguk… “dimensi waktu yang kita lewati setiap detik semakin mengecil, aku tidak tahu berapa lama kita bisa berada di masa ini, hanya saja aku perkirakan tidak lebih dari dua jam.”
“dimensi waktu? Dimana letaknya?”
Zack menggelengkan kepala.
“Apa?! Kamu nggak tahu! Lalu bagaimana cara kita bisa kembali?”
Zack mengeluarkan sesuatu. Sejenis GPS. “Aku sudah mencoba time traveling ini berkali-kali sampai aku dapat memiliki gambaran dimana letak dimensi waktu itu. Dengan mengetahui keberadaan kita dimana, kita bisa memperkirakan letak dimensi waktu itu. Dari perhitunganku, letak dimensi waktu itu sekitar 100 meter dari tempat dimana kita berada pertama kali, hanya saja dimensi waktu itu mulai terlihat dua jam setelah kita terdampar di waktu itu.”
“tunggu dulu, kamu bilang, kita tidak bisa berada di waktu ini lebih dari dua jam, tapi dimensi waktunya baru muncul setelah dua jam??”
“Yah… dan dimensi waktu itu bisa lenyap hanya dalam waktu 5-10 menit…yah..itu perkiraanku, kalau kuperhitungkan laju berkurangnya jari-jari lingkaran dimensi waktu itu perdetik.”
Aku hanya mengangguk mencoba mengerti. “tapi… sekarang aku sedang berusaha untuk bisa mengatur letak serta menahan laju pengurangan jari-jari dimensi waktu itu.” Zack mulai terhanyut dengan pikirannya, mukanya terlihat serius. Seperti layaknya seorang detektif yang mencoba menyelesaikan kasus, zack mengeluarkan buku kecil yang selalu dia bawa, entahlah itu buku yang keberapa.  Dengan cepat dia menggoreskan rumus-rumus yang tak kumengerti. Daripada terlihat blo’on, kuputuskan untuk meninggalkannya dan mencoba berjalan-jalan sebentar di rumahku.
Aku merinding. Ini adalah rumahku 17 tahun yang lalu? Tak kubayangkan… sangat nyaman.
“Mom…dimana aku letakkan bedak Willow yah…”
Badanku seketika itu kaku.  Seorang  wanita berjalan melewatiku. Wajahnya begitu cantik, rambut merahnya yang halus tergerai indah. Mata hijaunya begitu mirip dengan mataku. Mom… kau sangat cantik. Tanpa sadar air mataku menetes.
“Honey!... Willow menangis nih…” Suara seorang pria membuyarkan perhatianku ke Mom. Pria berbadan tegap, dengan rambut hitam yang mengkilat itu berusaha menghiburku sambil menunggu Mom datang. Dia sangat tampan dan terlihat penyayang, I really Miss You Dad. Air mataku mengalir semakin deras.
Kuperhatikan Mom dan Dad sambil tersenyum sendiri. Perasaan hangat mengalir di sekujur tubuhku. Aku sangat merindukan momen kebersamaan ini. Tanpa sadar kuhabiskan waktu dua jamku memandangi mereka. Zack menepuk pundakku.
“Sudah dua jam, saatnya kita pulang…ayo…”
Aku nggak bergeming, kakiku rasanya di lem, aku merasa nggak ingin balik lagi, aku ingin melihat wajah Mom dan Dad lebih lama lagi.
“Aku nggak mau balik lagi Zack.”
“apa kamu udah gila, kalau kamu nggak balik, kamu akan terjebak di dimensi waktu ini.” Aku nggak memperhatikan kata-kata Zack.
“Will..Willow..”Zack terus memanggilku… Aku nggak peduli. Akhirnya dia menarik lenganku dengan paksa. Aku meronta-ronta sambil memukul-mukul lengan Zack supaya dia melepaskan genggamannya yang sakit sekali. Aku menangis sejadi-jadinya, Zack tidak peduli, tanpa mengendurkan genggamannya dia menarikku, sampai kami berada di depan dimensi waktu yang semakin mengecil. Zack tanpa pikir panjang berlari dengan sekuat tenaga, aku akhirnya dengan terpaksa ikut berlari.
Tak berselang lama, kami kembali lagi di gubuk reyot itu. Ryan dan Viona langsung menyambut kami dengan antusias. Tapi tiba-tiba mereka mengurungkan niat, setelah melihat aku dan Zack yang pulang dengan muka kucel.
“Lepasin!!” kataku dengan sekuat tenaga mengibaskan tanganku dari genggaman Zack.
Zack akhirnya melepaskan tanganku. Tanpa memandangku dia pergi dan duduk, mukanya terlihat sangat kesal, tapi aku nggak peduli.
Viona dan Ryan terdiam melihatku dan Zack, terkadang tatapan mereka kearahku tapi kemudian kea rah Zack lagi. Mereka bingung bagaimana harus bersikap.
“Haaah… Ini adalah saat-saat yang selalu kunanti, berkumpul dengan kalian lagi, tak kusangka sampai di sini, aku malah mendapati kalian marahan lagi, padahal tadi perginya baik-baik aja. Ada apa lagi sih?” Ryan akhirnya memecahkan kesunyian.
“Aduuuuh… kalian belum jadi suami istri aja udah sering ngambekan gini, apalagi kalau udah nikah..” Viona tersenyum mengejek.
“Siapa juga yang mau nikah sama si geek?!”
“Siapa juga yang mau nikah sama si Mewek?!
Aku dan Zack tanpa sadar bereaksi dengan kata-kata Viona.
“Apa maksudmu aku ini mewek?” Kembali aku marah dengan kata-kata Zack.
“Kamu juga kenapa mengataiku Geek?”
“Kamu emang geek kok… dasar penggila science!”
“Emangnya kenapa kalau aku suka science! Daripada kamu cewek mewek!?” Zack menjulurkan lidahnya, aku semakin kesal.
“Aku nggak mewek dasar cowok berkacamata tebal, jelek, kuper, aneh…” Aku mendekati Zack, yang masih duduk dengan wajah menjengkelkan.
“wah…wah… Vi..sepertinya kita balik aja ke sekolah, waktu istirahat udah kelar nih..” Ryan dan Viona sudah bersiap mau pergi.
“Tunggu!” kembali lagi aku dan zack berucap bersamaan. Aku mendengus kesal kearahnya, tapi dia sepertinya pura-pura nggak peduli.
***
Aku memandangi foto Mom dan Dad sepanjang hari. Kak Sophie yang melihat tingkah anehku akhirnya mendekatiku.
“kangen lagi ya?” kak Sophie mengelus rambut ikalku.
Aku mengangguk.
“tak terasa 10 tahun sudah mereka meninggalkan kita, huuuf… ternyata tidak segampang itu melupakan orang yang sangat berharga buat kita.” Suara kak Sophie bergetar, besar kemungkinan matanya berair sekarang.
Kak Sophie emang perempuan yang berhati lembut, sangat sensitif dan manis. Tak salah Ryan menyukainya. Aku mengetahui hal ini sesaat ketika Orang tua Ryan memutuskan untuk pindah. Ryan yang terdesak akhirnya menyatakan perasaannya ke kak Sophie, tapi sepertinya kak Sophie menganggap Ryan layaknya adik sendiri, bagaimana tidak, kami tumbuh bersama.
“Aku denger, Ryan balik lagi ya…” Pertanyaan Kak Sophie membuatku terkejut.
Aku hanya tersenyum kecil sambil mengangguk. “ Emangnya kenapa kak?”
“Haha.. nggak ada…” entah kenapa wajah kak Sophie tiba-tiba memerah.
Mau kulanjutkan pertanyaanku, tapi tiba-tiba ada yang memencet bel rumahku.
“Ryan?” Aku terkejut melihat topik utama yang baru saja dibicarakan muncul begitu aja.
“Aku sebenarnya malu banget kesini, tapi nih..” Ryan menarik Zack,” dia merasa bersalah ama kamu makanya dia pengen minta maaf. Ayo ngomong dong…”
Zack hanya menunduk, “ Maaf  Will… aku udah kasar sama aku, aku emang nggak peka…aku…”
“Siapa itu Will?” Kak Sophie tiba-tiba keluar, matanya tanpa sadar terpaku kearah Ryan. Mereka seketika itu memalingkan wajah secara bersamaan.
Zack yang tadinya jinak, langsung buas melihat ekspresi menggelikan kak Sophie dan Ryan, aku sendiri sudah lupa dengan maksud kedatangan Zack. Spontan kami langsung mengolok Ryan dan kak Sophie yang sekarang ini kikuk nggak jelas. Tak berselang lama, Viona dengan ceria datang seperti biasa ke rumahku. Melihatku dan Zack yang sudah akur, dia berniat mau mengolok, tapi perhatiannya lebih tertuju pada Ryan dan kak Sophie. Langsung aja sindiran mautnya muncul.
Merasa terpojok, kak Sophie akhirnya balik ke kamarnya. Aku dan Zack memandangi Viona dengan kesal. Viona hanya cengir. Tanpa sadar, ternyata Ryan memasang raut muka yang lebih seram.
“Awas kalian!!” Ryan mengejar kami bertiga. Kami berusaha menghindarinya. Saat itu aku merasa masa kecilku tak pernah hilang.
***
Cerita ini masih bisa berkembang lagi, sebenarnya jalan ceritanya udah kebayang, hanya saja entahlah…kalau dibuat jadi cerbung kayaknya lebih enak, hanya saja aku nggak yakin bakalan sanggup untuk membuat cerbungnya… kalau ada yang berniat untuk membantu aku senang sekali.. :)… gimana para penulis cerpen amatir? Aku minta kerjasama kalian  :) Rany, mama and Yiq...
Aku berikan kebebasan berimajinasi, kembangin cerita ini, terserah kearah mau dilanjutin. Jadi... antara salah satu dari kalian sambung cerita sy ini di blog masing2, ntar lanjutan yang dibuat dilanjutin lagi ama salah satu dari kita lagi, pokonya selang seling gitu, terserah, siapa yang duluan atau belakangan gimana? kalau ada ide langsung aja dituang.... ayo...!!! kayaknya bakalan seru nih...atau kalau emang punya cerita lain,,, kalian bisa share... aku tiba2 kepikir cerbung nih...pasti seru,... :)... bakalan keliatan sudut pandang ama gaya cerita kita...wah kok aku keasyikan sendiri...mau yah yah...

Mari Berimajinasi Minna!!